Budaya

Menemukan `Potongan Arca'  Dewa Wisnu Saat Mau Menanam Timun

Masih banyak rahasia sejarah tua terkubur di Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi ini dibenarkan Asnawi setelah menemukan potongan patung yang diduga Dewa W

Menemukan `Potongan Arca'  Dewa Wisnu Saat Mau Menanam Timun - dua-warga-yang-menemukan-potongan-arca-dewa-wisnu-di-kebun-timun-mereka-7-januari-2020-lalu.jpg
Jaka HB
Dua warga yang menemukan potongan arca Dewa Wisnu di kebun timun mereka 7 Januari 2020 lalu.
Menemukan `Potongan Arca'  Dewa Wisnu Saat Mau Menanam Timun - pecahan-pecahan-artefa-ditemukan-warga-mandi-bulan-desa-jambi-tulo.jpg
Jaka HB
Pecahan-pecahan artefa ditemukan warga Mandi Bulan Desa Jambi Tulo.

Masih banyak rahasia sejarah tua terkubur di Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi ini dibenarkan Asnawi setelah menemukan potongan patung yang diduga Dewa Wisnu.

Asnawi (39) bersama Hasanudin, ayahnya, sedang sibuk merapikan lahan yang akan ditanam timun. Mereka menggunakan buldoser. Waktu itu seingat Asnawi tanggal 7 Januari sekitar pukl 10.00 WIB.

“Waktu itu membersihkan lahan dan ada tanah tumbuh. Potongan arca itu ditemukan di kaki tanah tumbuh,” kata Hasanudin.

Lokasi penemuan itu bernama Parit Mandi Bulan, tepatnya di Dusun Parit Panjang Desa Jambi Tulo RT 1.

“Setelah dibersihkan lahan itu ada pecahan keramik dan potongan-potongan tangan patung,” katanya.

Potongan patung itu berbentuk lengan kiri sedang menggengam rumah keong. Potongan itu berwarna biru. Mereka memperkirakan itu patung Dewa Wisnu dan kemungkinan ada potongan lainnya di sekitar kebun mereka.

Patahan lengan itu terbagi tiga. Bagian lengan tas, tengah dan telapak tangan. Selain itu ada pechan lainnya dan lingkaran dengan salib ditengahnya. Barang-barang itu

Hingga kini potongan patung itu disimpan di rumahnya. Selain potongan patung ada juga potongan keramik bermotif seperti ai bangau yang dibuat dengan warna biru. Potongan-potongan itu turut serta dengan tanah yang di buldoser Asnawi dan Hasanudin.

Hasanudin mengatakan dirinya bersama beberapa warga aan melaporkan ini ke BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya). Dia merasa tidak apa-apa kalau nanti orang BPCB datang ke tempatnya untuk meneliti lebih lanjut.

Saya bersama Hasanudin dan Asnawi, serta beberapa kawan dari komunitas pemerhati sejarah setempat menyusuri beberapa kebun yang juga ditemukan pecahan-pecahan keramik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved