news

Cita-Cita Tanpa Perjuangan adalah Mimpi, Pesan Gubernur Jambi Saat Peresmian Tugu Juang Tahun 1984

Tugu juang dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Jambi. Masjchun Sofwan yang merupakan mantan gubernur Jambi berpesan saat meresmikannya.

Cita-Cita Tanpa Perjuangan adalah Mimpi, Pesan Gubernur Jambi Saat Peresmian Tugu Juang Tahun 1984
Jaka HB
Tugu juang adalah monumen peringatan perjuangan rakyat Jambi di Simpang III Sipin 

Kota-kota membangun monumen dan memberinya makna masing-masing. Seperti Kota Jambi yang membangun Tugu Juang sebagai pengingat pejuang di Simpang Tiga Sipin Kota Jambi.

Simpang tiga yang semakin hari semakin ramai. Kadang kemacetan mulai banyak terjadi di sekitarnya. Namun, jika ada waktu luang waktu senja-senja, bukankah indah melihat tugu juang yang menghadap ke Barat itu.

Tugu ini diresmikan tanggal 5 Januari 1984 oleh Gubernur Jambi saat itu yang bernaa Masjchun Sofwan. Dia menulis pesan;

“Manusia tanpa mimpi adalah mati, cita-cita tanpa perjuangan adalah mimpi, idaman yang menjadi kenyataan adalah kebahagiaan”.

Tentu saja pesan ini merupakan ilham dari rasa terimakasih atas perjuangan para pejuang. Sebab kawasan simpang tiga sipin ini menjadi saksi perjuangan rakyat ketika agresi militer kedua di Jambi. Ratusan pejuang gugur di sini.

Tugu ini dibangun untuk mengingat pertempuran 29 Desember 1946.

Dikutip dari Tribunjambi, almarhum Junaidi T Noor selaku pengamat sejarah pemerintah melakukan politik “Bumi Hangus Kota Jambi, Kenali Asam jadi Lautan Api”.

 Tugu ini diketahui didesain oleh Sumardi. Sumardi adalah pria kelahiran Kuala Tungkal. Ia lahir tanggal 17 Mei 1950.  Sumardi adalah seniman patung Jambi.

Ikuti kami di
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved