Budaya

Bahasa Kerinci Masih Terkait Austronesia

Bahasa Kerinci menurut salah satu peneliti masih ada kaitan dengan bahasa Austronesia.

 TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Bahasa Kerinci menurut salah satu peneliti masih ada kaitan dengan bahasa Austronesia.

Objek penelitiannya adalah bahasa Jambi, Kerinci, dan Minangkabau. Tiga bahasa ini mempunyai dialek masing-masing. Ia kemudian mengumpulkan data dari bahasa-bahasa Melayu, khususnya di Indonesia bagian barat dan ada banyak data dari bahasa Kerinci. Ia menceritakan bahwa semua ragam bahasa Melayu berasal dari satu bahasa, yaitu bahasa Proto-Melayik yang merupakan salah satu bahasa Austronesia.

 Namun, Timothy mengatakan Proto-Melayik itu jelas tidak ada lagi meskipun hingga anaknya seperti bahasa Proto-Kerinci, Proto-Minangkabau pun.

“Tapi kita bisa membuat inferensi mengenai itu melalui ragam bahasa Melayu tradisional di Sumatra sekarang. Kita membandingkan dan melihat seperti apa perubahan yang terjadi.” katanya.

Menurutnya, Kerinci untuk konstruksi atau pembentukan bahasa pasifnya cukup konservatif. Artinya, masih ada unsur yang berasal dari bahasa Austronesia.

“Meskipun begitu ada banyak perubahan fonologis atau bunyi dari sistem vokal daerah itu, seperti kalau dulu ada lima sistem vokal seperti au, i, a, dan u. Sekarang sudah ada 15 vokal, tetapi juga tergantung bahasa Kerinci di daerah mana. Dia mengalami banyak perubahan bunyi yang sangat drastis.” ungkapnya.

Ia menyebut sebuah penelitian dari Almarhum Profesor Amir Hakim Usman, seorang ahli bahasa Kerinci. Amir Hakim Usman membuat disertasi tentang bahasa Kerinci ketika di Universitas Indonesia dan kemudian bekerja di Universitas Andalas Sumatra Barat.

Ia mengatakan Amir Hakim menyebut ada 80 ragam bahasa di Kerinci.

“Keragaman itu masih menjadi teka-teki untuk ahli bahasa. Seperti satu desa dengan desa yang lain itu yang hanya dipisahkan oleh sawah, tetapi perbedaan bahasanya sudah sangat terlihat.”

Semua yang diceritakan Timothy merupakan bagian dari presentasinya yang bertajuk The Typology of Voice in Malayic: The Development of Agent-Demoting Passives. Tajuk ini melibatkan Timothy McKinnon, Peter Cole, Yanti, dan Gabriella Hermon.

Namun, Timothy lebih menyorot tentang struktur aktif pasif dan fokus penelitiannya lebih kepada tipologi bahasa.

“Terutama terkait dengan bahasa Melayu.” ungkapnya.

Ikuti kami di
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved