Menyulap Ubi Jadi Menu Andalan, Cafe Poenja Rakjat Berkonsep Retro di Pojokan Kota Jambi

Kita tentu sudah kenal dengan ubi kayu atau singkong. Bahan pangan satu ini memang sudah familiar di masyarakat kita.

Editor: Rahimin
tribunjambi/yon rinaldi
Sajian menu ubi rakjat dan kopi rakjat menjadi andalan di Kafe Poenja Rakjat. Kafe berkonsep retro ini memberikan harga terjangkau pada setiap menunya. 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Kita tentu sudah kenal dengan ubi kayu atau singkong. Bahan pangan satu ini memang sudah familiar di masyarakat kita.

Pengolahanyapun sangat mudah, selain direbus dan digoreng, ubi kayu juga bisa diolah menjadi bahan jajanan tradisional.

Namun, di tangan Ambok Hariansyah (24), ubi kayu dijadikannya menu utama di kafe miliknya.

Kafe yang diberi nama Poenja Rakjat ini bertempat di Kebon Sembilan Muarojambi. Kafe ini memang sengaja menjadikan makanan tradisional sebagai menu utamanya.

Baca juga: Mau Cicip Mie Pakde Dajjal, Penasaran Dengan Rasanya? Datang Saja ke One Coffee

Tentunya bukan hanya sekedar ubi goreng. Ada proses kreatif sehingga layak untuk disandingkan dengan menu-menu modern.

Ambok menceritakan, untuk menghasilkan ubi layak jual dimulai dari pemilihan bahan baku ubi itu sendiri,

“Hanya bahan berkualitas yang kita gunakan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lalu, diproses degan metode dan rempah khusus sehingga menghasilkan tekstur yang empuk dan rasa yang nikmat.

Uniknya, menu ini ada perpaduan empuk dan renyah. Ketika digigit ada sensasi crunchy disetiap gigitan.

Selain itu, menu yang diberi nama ubi rakyat ini memiliki kombinasi rasa gurih yang didominasi rasa manis yang menjalar di lidah.

Ambok mengatakan, rasa gurihnya berasal dari rempah pilihan sedangkan rasa manis berasal dari lumeran madu. “Kita tidak menggunakan gula atau pemanis buatan di setiap menu kita,” ujarnya.

Satu porsi, ubi rakyat ini dijual seharga Rp10 ribu.

Selain ubi, pisang juga jadi menu kudapan utama di kafe yang digagas Ambok beserta empat rekannya.

Warung ini menyediakan beraneka minuman dingin dan panas. Satu di antaranya kopi rakyat.

Baca juga: Selain Ada Ikan Hias, Anda Bisa Juga Cari Kura-kura di Pasar TAC Kota Jambi

Baca juga: Pekan Depan Akan Ada Libur Panjang, Ingat Ini Ketika Berwisata Hindari Kerumunan

Kopi rakyat ini adalah kopi hitam yang dipadukan dengan gula aren. Disajikan dengan gelas seng. Sehingga menambah kuat nuansa retro dari kedai ini.

Pria yang aktif dikegiatan sosial ini mengatakan, konsumenya banyak yang berasal dari Kota Jambi.

“Masyarakat sekitar, ada juga yang datang. Tapi tidak sebanyak yang dari Jambi,” ujarnya. “Mungkin karena harganya,” imbuhnya.

Harganya sendiri tidak begitu mahal untuk ukuran masyarakat Jambi satu gelas kopi Cappucino hanya Rp8.000 per gelas. Kopi rakyat hanya Rp 12 ribu per gelas.

Mengusung konsep retro. Poenja Rakjat berhasil menghadirkan suasana tahun 60an. Sekilas kita akan dibawa ke seat filem si Doel anak Betawi 1972.

Dinding kedai ini terbuat dari kayu kerukop yang dipelitur. Meja dan kursinya juga terbuat dari kayu dengan disain jadul. Percis dengan suasana tahun 60-an.

Di tambah lagi dengan masih banyaknya pepohonan dan alunan suara jangkrik yang menghadirkan kesan alami.(yon rinaldi).

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved