Gunung Kerinci

Orang Bunian, Misteri Orang Pendek Gunung Kerinci, Suka Menghilang

Orang Bunian, Misteri Orang Pendek di Gunung Kerinci, Suka Menghilang Dan Curi Makanan

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa
Ilustrasi orang pendek berkaki terbalik di kawasan Gunung Kerinci. 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Misteri orang pendek berkaki terbalik suka menghilang di kawasan Gunung Kerinci sampai saat ini sudah diketahui oleh masyarakat sekitar.

Di Sumatera, masyarakat menyebutnya Orang Bunian.        

Orang Bunian sudah menjadi legenda di pelosok Sumatera.

Legenda Orang Bunian muncul mulai dari Gunung Dempo, Gunung Merapi di Sumbar. Dan konon pusat keberadaan mereka ada di Gunung  Kerinci.

Baca juga: Traveler Jangan Sembarangan Ambil Buah di TNBD, Bisa Kena Sanksi Orang Rimba

Beberapa cerita dari orang dahulu bahwa aksi Orang Bunian ini dengan sembunyi-sembunyi mendatangi pondok dan mencuri makanan, apabila ketahuan sekelebat menghilang masuk hutan.
Adapun ciri-cirinya bertubuh pendek tanpa garis belahan hidung, kaki tumit terbalik bertapak kaki lebar.
Misteri orang pendek berkaki terbalik di kawasan Gunung Kerinci masih menjadi misteri.

Peneliti pernah melacak keberadaannya.

Pelacakan orang pendek ini untuk ditangkap supaya dapat dijadikan sebagai bahan kajian ilmiah.

Hasilnya, setelah dilakukan sejumlah penelitian dan ekspedisi, tetap tidak diketahui keberadaan orang pendek berkaki terbalik itu.

Kehadiran mereka tak ubahnya dengan makhluk gaib yang sulit dilacak menggunakan kemampuan manusia, teknologi dan ilmu pengetahuan ilmiah.

Mengapa seperti itu?

Pelacakan orang pendek berkaki terbalik ini misalnya, pernah masuk ke dalam salah satu studi cryptozoology.

Seperti pernah dirilis netralnews.com, ekspedisi pencarian orang pendek sudah beberapa kali dilakukan di Kawasan Kerinci, satu di antaranya ekspedisi yang di danai oleh National Geographic Society.

National Geographic sangat tertarik mengenai legenda orang pendek di Gunung Kerinci, Jambi.

Beberapa peneliti telah mereka kirimkan ke sana untuk melakukan penelitian mengenai makhluk tersebut.

Adapun cerita mengenai Uhang Pandak pertama kali ditemukan dalam catatan penjelajah gambar jejak, Marco Polo, 1292, saat ia berpetualang ke Asia.

Walau diyakini keberadaannya oleh penduduk setempat, makhluk ini dipandang hanya sebagai mitos belaka oleh para ilmuwan.

Ini seperti halnya 'Yeti' di Himalaya dan monster 'Loch Ness' di Inggris Raya.

Beberapa Kesaksian

Sejauh ini, para saksi yang mengaku sudah beberapa kali melihat orang pendek berkaki terbalik, bisa menggambarkan tubuh fisiknya.

Para saksi menyebut itu sebagai makhluk yang berjalan tegap (berjalan dengan dua kaki), tinggi sekitar satu meter (antara 85-130 Cm) dan memiliki banyak bulu di seluruh badan.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved