Bandara Sultan Thaha

Warga Jambi Ngaku Kehilangan Uang Dalam Bagasi Pesawat, Lion: Penumpang Telah Melanggar Aturan

Warga Jambi Ngaku Kehilangan Uang Dalam Bagasi Pesawat, Lion : Penumpang Telah Melanggar Aturan

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Brightside
Ilustrasi kehilngan uang di bagasi pesawat /Petugas bagasi pesawat di Jepang mengatur koper penumpang sesuai warna 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Bagi anda traveler harus hati-hati jika menyimpan uang dalam jumlah banyak di dalam bagasi pesawat

Pasalnya, baru-baru ini uang yang disimpan warga Jambi dalam bagasi pesawat Batik Air rute Makasar-Jambi hilang sebesar Rp 50 Juta.

Kejadian nahas ini menimpa Hasanudin warga Jambi. Uang Rp 50 jutanya hilang dan hanya bersisa Rp 150 juta saja di kopernya. 

Menyikapi hal ini, Manager Lion Group Jambi, Mardanus mengatakan, secara aturan Hasanudin penumpang asal Jambi, yang mengaku kehilangan uang Rp 50 juta dari bagasi Batik Air telah melanggar peraturan.

Baca juga: Tribunners, Mau Yang Seger-Seger, Bisa Nikmati Salad Buah Lovenda

Baca juga: Ada Roti Cane Faliel Yang Banyak Topingnya, Patut Dicoba Nih Tribunners!

Katanya, penumpang tidak diperbolehkan untuk membawa uang di dalam sebuah tas.

"Memberitahu atau tidak memberitahu, penumpang tidak dibenarkan membawa uang di dalam tas, prosedurnya seperti itu," kata Mardanus, saat dikonfirmasi via seluler oleh Tribunjambi.com.

Suasana di Bandara Sultan Thaha, Jambi
Suasana di Bandara Sultan Thaha, Jambi (istmewa)

Dia memastikan, tidak ada penggantian isi, karena hal tersebut masuk dalam daftar barang berharga.

Dia menjelaskan, pihaknya menerima laporan tersebut pada hari Sabtu (14/11/2020).

Saat itu, pelapor yang berasal dari Makasar berangkat menaiki penerbangan Batik Air, setibanya di Bandara Sultan Thaha pelapor mengaku kehilangan uang Rp 50 juta.

Namun demikian, Mardanus mengaku akan melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

"Iya dan itu jadi dasar kita melakukan investigasi, dan tim kita lagi mencoba mencari tahu kebenarannya, dan kita sudah kordinasi dari tim di Makasar maupun Cengkareng" paparnya.

Dari kronologis tersebut, Mardanus juga mengatakan akan lebih teliti dalam menangani kasus tersebut.

"Ini kan masih keterangan penumpang saja, kita akan investigasi terus, kenapa uang sebanyak itu hanya diambil seperempatnya saja," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved