Hotel di Jambi

Hotel Novita Jambi Rupanya Penjara Kuno, Tempat Menghukum Pencuri dan Pedagang Karet Ilegal

Hotel Novita Jambi Rupanya Penjara Kuno, Tempat Menghukum Pencuri dan Pedagang Karet Ilegal

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
IST
bangunan novita hotel di jambi 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Tribunners harus tahu bahwa Jambi banyak menyimpan sejarah.

Seperti sejarah bangunan penjara yang terdapat di salah satu bangunan di Kota Jambi.

Misteri penjara kuno di bawah bekas Hotel Novita Jambi (Novotel) seakan telah terkubur dalam.

Satu diantara alasan bahwa Jambi merupakan pusat perdagangan hasil perkebunan yang dimanfaatkan Belanda. Mulai dari perkebunan Lada dan Karet.

Dari situ banyak pencuri, rampok dan pedagang karet ilegal yang mengambil keuntungan.

Sebenarnya ada catatan sejarah menarik, jauh sebelum bangunan bertingkat di pusat perdagangan Kota Jambi itu berdiri.

Tidak banyak yang mengetahuinya, bahkan warga Jambi sendiri.

Cerita itu dimulai 89 tahun lalu.

Pada 1930, Pemerintah Belanda membangun gedung strafgevangenis (penjara dalam bahasa Belanda) untuk menghukum pencuri, rampok dan pedagang karet ilegal.

Beberapa gedung penjara dibangun di kawasan Kampung Encelek, Kampung Manggis dan daerah Pasar.

Kawasan itu berada di sekitar sekarang Jalan Gatot Subroto Nomor 44, Kota Jambi.

“Jadi yang yang merampok, jual karet tidak lewat Belanda juga ditangkap dan dimasukin ke sana,” kata Junaidi T Noor, Sejarawan Jambi, seperti dilansir Tribunjambi.com, beberapa waktu lalu.

Setelah 10 tahun bangunan itu berdiri, kejahatan di Jambi kala itu meningkat.

Belanda memperbesar bahkan menambah bangunan gedung. Belanda juga menambah jumlah militer (polisi).

“Setiap kawedanan itu ada polisinya, dan waktu itu yang jadi Wedana merangkap sebagai kepala polisi di daerahnya,” kata Junaidi.

Sejarah gedung strafgevangenis dimulai O.L.Helfrich, seorang Belanda yang dikenal sebagai residen pertama di Jambi.

Pada 1906, Jambi merupakan produsen lada yang cukup besar dalam perdagangan dunia. Luas kebunnya ribuan hektare.

Namun dari kepala Helfrich muncul gagasan untuk mengubah perkebunan lada menjadi perkebunan karet.

Dia membuat sektor pembibitan pohon karet di Pondok Meja, Sarolangun dan Tebo.

Jutaan pohon karet yang disiapkan untuk menggantikan ribuan hektare kebun lada.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved