Sungai Batanghari Jambi

Aliran Sungai Batanghari Jambi Menyimpan Harta Karun, Masyarakat Berbondong ke Sungai

Aliran Sungai Batanghari Jambi Menyimpan Harta Karun, Masyarakat Berbondong ke Sungai

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
IST
kabar harta karun di Sungai Batanghari Jambi 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Tribunners harus tahu bahwa Sungai Batanghari, Jambi dikabarkan menyimpan harta karun.

Soekarno yang merupakan Presiden I Republik Indonesia, pernah dikabarkan memiliki harta karun berupa emas batangan di aliran Sungai Batanghari, Jambi.

Selama bertahun-tahun, keberadaan harta itu belum terungkap.

Di Jambi, kabar harta karun emas Soekarno di Sungai Batanghari pernah membuat heboh. Masyarakat berbondong ke sungai untuk membuktikan itu.

Ratusan orang terjun ke air mencari emas tersebut.

Pada Agustus 2016, bantaran Sungai Batanghari di Desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, mendadak didatangi ratusan orang.

Kedatangan mereka bukan untuk berwisata.

Orang-orang itu datang mencari harta karun yang terpendam di sungai terpanjang di Sumatera tersebut.

Bukan tanpa alasan mereka terjun ke Sungai Batanghari.

Sebelumnya, ada warga yang mendapat beberapa perhiasan emas yang diduga peninggalan masa lalu.

Pertama kali, emas itu ditemukan seorang warga, Sabli, saat mancing di malam hari.

Ketika itu, senternya mengarah ke satu benda yang mengkilap.

Karena penasaran, Sabli mengambil benda tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, ternyata benda itu emas.

Kabar penemuan logam berharga itu menyebar ke masyarakat malam itu juga.

Keesokannya, masyarakat sekitar berbondong-bondong menggali lokasi tersebut.

"Memang banyak juga yang dapat, ada yang dalam bentuk perhiasan, ada juga dalam bentuk batangan. Sekarang sudah pada dijual semua," kata seorang warga, Sibawaihi.

Emas murni yang ditemukan berupa berbagai macam bentuk, ada berbentuk liontin, cincin, koin dan batangan.

Harga emas yang dijual ke pasaran cukup bervariasi.

Menurut Bawaihi pihak toko emas ada yang membeli hingga Rp 12 juta untuk satu perhiasan yang didapat di lokasi tersebut.

Hingga Minggu (31/72016) sore, warga masih berbondong ke lokasi meski jumlahnya tidak sebanyak hari-hari sebelumnya.

Masyarakat setempat mempercayai 'harta karun' itu peninggalan masyarakat masa lampau, karena lokasi yang ada sekarang berabad silam termasuk daerah niaga.

Dipercaya, emas-emas temuan tersebut adalah harta karun zaman Presiden Soekarno.

Emas yang terbawa arus sungai

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved