Sarolangun

Tugu Kapal Karam Milik Belanda Ada di Sarolangun, Ada 18 Korban Bencana Ophelia

Tugu Kapal Karam Milik Belanda Ada di Sarolangun, Ada 18 Korban Bencana Ophelia

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
istimewa
Tugu Kapal Karam milik Belanda di Sarolangun 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Traveler harus tahu tentang adanya monumen Tugu Kapal Karam milik Belanda di Kabupaten Sarolangun.

Traveler boleh mampir ke sana untuk melihat sejarah Belanda kala menduduki Kabupaten Sarolangun.

Menariknya, dalam Tugu Kapal Karam itu terdapat tulisan dalam bahasa Belanda. "VERDRONKEN BIJ DE OPHELIA RAMP" yang artinya tenggelam pada bencana Ophelia.

Tugu tersebut cukup menarik wisatawan berkunjung. Tugu berbentuk petak, tingginya sekira 250 sentimeter dengan sisi simetris dan berwarna khas  itu merupakan menjadi alternatif wisata sejarah.

Itu merupakan tugu peninggalan sejarah penjajah Belanda, saat pendudukan di Sarolangun di 1932. Tugu yang terletak di kawasan rumah dinas Bupati Sarolangun dan kawasan Ancol itu, merupakan tugu peringatan tenggelamnya Kapal Hekweider (lambung) "Ophelia".

Anda bisa mulai belajar masa pendudukan Belanda dari sini, karena ada catatan sejarahnya.

Di bagian depan tugu, terdapat satu kotak besar yang bagian depannya ada bekas marmer ukuran 50x40 sentimeter. Konon, marmer itu telah hilang lantaran tangan jahil. Lalu di sisi kanan dan kiri ada kotak yang lebih kecil dengan marmer bertuliskan bahasa Belanda.

Ada catatan menyebutkan beberapa orang pasukan Belanda beserta isterinya dan kanselir, meninggal di Kapal Hekweider (lambung) "Ophelia. Tulisannya, "eee aan de gevallen makers ges neuveld in dienst verdronken", yang artinya "hormat kepada teman teman yang gugur tenggelam dalam tugas.

Di dalam kapal yang tenggelam kala itu, ada juga asisten residen, isteri dan dua anak gadisnya. Seiring perjalanan waktu, masyarakat Sarolangun menamai peninggalan sejarah Belanda itu dengan sebutan Tugu Kapal Karam.

Adapula pada isi prasasti tersebut terpahat ada 18 nama-nama korban bencana Ophelia, antata lain:

Anna Catharina Blok Caspari (1885-1931), Petugas Pertanian Kelas 1 E. H. Stuut Sersan Eropa Van Bochem, Sersan II Jawa Slamet, Kopral Sunda Gumiwang, Agen Polisi Suparta, Doelsalim, 11 Fuselir jawa : Atmowidjojo, Sanmoehana, Legiman, Wirjowikarso, Soepardi, Dirwan, Kasanpawiro, Ngadiman, Kanan, Kasanmoehadi, Sardi.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved