Muaro Jambi

Misteri Temuan Fosil Kayu, Warga Muarojambi Tak Berani Memindahkannya

Misteri Fosil Kayu, Warga Muarojambi Tak Berani Memindahkannya, Ada Fosil Kayu

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa
Temuan Fosil Kayu Oleh Warga Muarojambi 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Misteri fosil kayu milik warga Muarojambi ditemukan sejak puluhan tahun silam, warga tak berani memindahkannya.

Tegakan empat kayu setinggi sekitar 30 cm masih kokoh di belakang rumah salah seorang warga bernama bang Code, di RT 8 Dusun Semambu Bunting, Desa Jambi Kecil, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

Kayu jenis sungkai itu kini telah menjadi fosil kayu.

Baca juga: Fake Picnic Yang Instagramable Cocok Untuk Mengisi Libur Akhir Tahun

Temuan ini masih menjadi misteri, karena belum ada penelitian yang mengungkap fungsi tegakan empat fosil kayu tersebut.

Namun keberadanya sudah ditemukan sejak tahun 1967 silam.

Datuk Jalaluddin menceritakan pertama kali menemukan tegakan fosil kayu itu saat ia masih muda.

Kala itu ia tengah menebas rumput untuk membersihkan areal sekitar pohon duku yang akan dipanen.

Baca juga: Diniliai Salah Tempat, Pengelolaan Kabun Binatang Taman Rimba Jambi Akan Pindah

Kebun duku itu milik warga, namun ia membeli buahnya untuk dijual kembali.

Saat sedang fokus menebas rumput, parang yang digunakan membentur benda keras.

"Awalnya dikira itu kayu. Modelnya bentuk kayu tapi sudah jadi batu, batu sungkai," katanya.

Ia kemudian membersihkan areal lainnya dan menemukan ada tiga tegakan lainnya yang sama.

Jika dilihat dari posisinya berbentuk persegi empat dengan jarak masing-masing sekitar dua meter.

Baca juga: Konsep Pariwisata Jambi Saat Pandemi Berubah, Tak Bisa Diharap Wisatawan Datang Ramai-Ramai

Code, pemilik rumah mengatakan sejak ditemukannya batu fosil itu, ia tak berani memindahkannya dan dibiarkan tetap berada di sana.

"Selain itu tegakan kayu tapi sudah seperti batu berat, karena dalam terbenamnya," katanya.

Temuan batu itu pun kerap dikaitkan dengan kisah-kisah yang berkembang di masyarakt yang tinggal disekitaran lokasi temuan fosil tersebut.

Ada dua versi cerita yang berkembang.

Pertama, warga meyakini tegakan kayu itu erat kaitannya dengan keramat Jantung.

Baca juga: Ingin Terbang Melihat Keindahan Kerinci, Coba Sensasi Naik Paramotor, Bisa Isi Libur Akhir Tahun

Kisah tempat menggantungkan gong, alat musik yang dikenal juga oleh msyarakat setempat dengan sebutan Jantung.

Biasanya digunakan sebagai alat musik pada kegiatan budaya yang sudah ada sejak lama.

Adi Ismanto, pegiatan budaya di Jambi Tulo ada kisah lain yang berkembang mengenai keberadaan fosil tersebut.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved