Alat Musik Jambi

Mengenal Gambang, Alat Musik Tradisional Muaro Jambi Yang Hampir Punah, Masuk Warisan Budaya

Mengenal Gambang, Alat Musik Tradisional Muaro Jambi Yang Hampir Punah, Warisan Budaya

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
istimewa
Mengenal Gambang, Alat Musik Tradisional Jambi 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Provinsi Jambi tak hanya terkenal dengan wisata alamnya, tetapi juga sejarah budaya.

Seperti yang ada di Desa Jambi Tulo, Kabupaten Muarojambi  menyimpan banyak kekayaan budaya dan kesenian tradisional.

Desa ini masih menyimpan tradisi alat musik tradisional yang hampir punah yaitu Gambang. 

Baca juga: Tips Mencuci Pakaian Bekas Import Agar Steril dan  Terhindar Dari Bakteri Yang Menempel

Alat musik ini sering dimainkan warga disela aktifitasnya menunggu padi menguning di umo (Sawah). Alat musik ini sangat sederhana, terbuat dari kayu mahang. Namun, dapat menghasilkan nada-nada yang enak didengar. 

Bahkan gambang sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda Kementrian Kebudayaan RI tahun 2019 sebagai identitas lokal alat kesenian di Kabupaten Muaro Jambi. 

Adi Ismanto, salah satu pengurus Gerakan Murojambi Bezakat (GMB) yang kini fokus mengembangkan seni dan tradisi lama di desa Jambi Tulo mengatakan, Gambang saat ini termasuk alat kesenian yang terancam hilang jika tidak dijaga. 

Baca juga: Misteri Temuan Fosil Kayu, Warga Muarojambi Tak Berani Memindahkannya

Alasannya karena selain tak ada lagi regenerasi pemain, orang-orang yang biasa membuat alat kesenian ini juga hanya tinggal beberapa orang dengan usia tua. 

"Gambang kesenian tradisional desa Jambi Tulo yang kini jarang ditemukan. Maka itu kami mencoba menghidupkan kembali," kata Adi, Selasa (8/12/2020). 

Gambang kata Adi biasanya dimainkan satu orang sambil bersenandung pada saat musim tanam padi. Mengisi waktu disela menjaga tanaman, warga biasanya menyenandungkan syair tentang alam sembari memainkan gambang. 

Baca juga: Fake Picnic Yang Instagramable Cocok Untuk Mengisi Libur Akhir Tahun

Gambang juga kerap dimainkan bersama alat kesenian lainnya, untuk senandung gambang biasanya identik dengan syair pujian terhadap pemilik alam dan rasa syukur. Biasanya disenandungkan oleh kaum perempuan. 

Seiring dengan kemajuan zaman dan berkembangnya alat musik, gambang kini mulai ditinggalkan. Disamping mulai banyak pemain gambang yang meninggal tanpa ada regenerasi. 

Kerusakan alam juga membuat para seniman gambang sulit mencari bahan baku. Proses pembuatan gambang dibutuhkan isting yang kuat dari senimannya, kayu mahang pilihan dikeringkan. 

"Proses pembentukannya disesuaikan dengan daya imajinasi dari penyenandung gambang. Mereka biasanya mencocokkan bunyi dengan senandung syair. Bila kurang pas maka akan dipapas kayunya sampai sesuai dengan yang diinginkan senimannya," kata Adi Isnanto. 

"Makanya berbeda dari pembuatan alat musik lainnya, gambang mencocokkan nada dengan senandung, bukan malah sebaliknya," kata Adi. 

Baca juga: Dinilai Salah Tempat, Pengelolaan Kabun Binatang Taman Rimba Jambi Akan Pindah

Gambang yang lazim dimainkan terdiri dari tujuh buah kayu dilengkapi dengan sebilah kayu pemukulnya. 

"Tapi sekarang sulit karena bahan bakunya (kayu mahang) mulai jarang ditemukan di sekitar desa. Kalau tidak didukung pemerintah bisa jadi 10 tahun lagi gambang sudah tidak ada," ujar Adi. 

Edward Sasmita, seniman gambang desa Jambi Tulo mengatakan meski cukup sinpel namun memainkan gambang terbilang gampang-gampang susah. 

"Karena kalaupun lagunya diperbaharui tapi tetap mengacu pada senandung lama. Maka harus menguasai senandung lama dulu baru bisa memainkan ini," katanya. 

Baca juga: Konsep Pariwisata Jambi Saat Pandemi Berubah, Tak Bisa Diharap Wisatawan Datang Ramai-Ramai

Edward sendiri mengatakan baru menekuni gambang dalam beberapa tahun terakhir. Ia belajar dari orang tuanya. Keinginan itu muncul dari keprihatinannya dengan alat musik tradisional yang mulai jarang dimainkan di Desa Jambi Tulo. 

Dengan kerja keras sanggar yang kini dikelolanya bersama Adi dan beberapa warga desa lainnya, Edwar mulai memperkenalkan gambang ke masyarakat luas. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved