Daftar Bandara

Tribunners, Ini Daftar Bandara di Jambi, dari Kota Jambi hingga di Muara Bungo

Bandara merupakan sarana untuk memudahkan transportasi udara. Di Provinsi Jambi, ada sejumlah bandar udara

Editor: Rahimin
Tribun Jambi
Suasana di Bandara Sultan Thaha Jambi. 

Tribunners, Ini Daftar Bandara di Jambi, dari Kota Jambi hingga di Muara Bungo

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan AJ

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Bandara merupakan sarana untuk memudahkan transportasi udara.

Di Provinsi Jambi, ada sejumlah bandar udara yang jadi kebanggaan masyarakat Jambi.

Bandar udara tersebut tersebar di tiga kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Berikut daftar bandara di Jambi yang bisa jadi sarana penerbangan kamu, Tribuners!

1. Bandar Udara Sultan Thaha

Bandar udara ini terletak di Provinsi Jambi. Bandara ini terletak di Jl. Soekarno-Hatta, Kecamatan Jambi Selatan.
Saat ini ada 7 maskapai penerbangan yang setiap harinya.

Pembangunan bandara ini tidak terlepas dari perkembangan bandara lama.

Baca juga: Wisata Hutan Bambu di Kerinci Cocok Isi Libur Akhir Tahun, Berkonsep Jepang

Baca juga: Ada Ratusan Objek Wisata di Merangin,Terkenal Banyak Wisata Air Terjun

Baca juga: Traffic Pesawat dan Penumpang Bandara Sultan Thaha Jambi Meningkat

Konon, saat pendudukan Belanda, lapangan terbang Jambi dibangun kolonialisme Belanda, kemudian dilanjutkan pada masa Jepang.

Dulu, namanya lapangan terbang Paalmerah. Nama itu berasal dari patok yang terbuat dari batu untuk menentukan batas lokasi bandara.

Selesai masa penjajahan, lapangan terbang atau pelabuhan udara itu mulai dimanfaatkan untuk penerbangan sipil.

Pesawat yang dikelola penerbangan sipil pertama yang diluncurkan di sana adalah pesawat Dakota, pada 1950.

Bandara ini terus berkembang. Seiring berjalannya waktu, pada 1970 sampai 1976, dilakukan pembangunan perpanjangan landasan pacu yang sebelumnya 900x25 meter menjadi 1.650x30 meter.

Bandara Bungo
Bandara Bungo (IST)

Pada 10 oktober 1978, pelabuhan udara berganti nama menjadi Bandara Sulthan Thaha, yang berasal dari salah satu nama pahlawan asal Tanah Melayu Jambi.

Bandara tersebut terus berkembang. Pada 1991 dilakukan perpanjangan landasan pacu dari 1.650x30 meter menjadi 1.800x30 meter. 

Pada 1998 dilaksanakan pemasangan aprouch light. Kemudian pada 2000 kembali dilakukan perpanjangan landasan menjadi 2.000x30 meter.

Seiring perkembangan teknologi, pada 2005 ada penggantian VASI dan pemasangan PAPI. Itu untuk melengkapi standarisasi penerbangan.

Baca juga: Bingung Isi Liburan Akhir Tahun di Jambi, Wisata Belanja Aja di Jambi Prima Mall, Banjir Diskon

Baca juga: Perhatikan Penampilan, Tren Hijab 2021 dan Model Hijab, Ada Umama, Buttonscarves

Baca juga: Mengenal Gambang, Alat Musik Tradisional Muaro Jambi Yang Hampir Punah, Masuk Warisan Budaya

Awalnya, pengelolaan Bandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin diemban Dinas Perhubungan Provinsi Jambi.

Pada April 2007, operasional dialihkan ke PT Angkasa Pura II (Persero) yang sebelumnya dikelola oleh UPT (Unit PelaksanaTeknis) Bandara Sultan Thaha di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Jambi.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved