Suku Talang Mamak Jambi

Suku Talang Mamak Jambi dan Hutan Sebagai Warisan Nenek Moyang Yang Harus Dijaga

Suku Talang Mamak Jambi dan Hutan Sebagai Warisan Nenek Moyang Yang Harus Dijaga

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa
Suku Talang Mamak Jambi dan Hutan Sebagai Warisan Nenek Moyang Yang Harus Dijaga 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Suku Talang Mamak adalah satu diantara suku yang ada di Provinsi Jambi.

Suku Talang Mamak bermukim di Dusun Semerantihan, Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi. Selain di Jambi, mereka juga tersebar di Kecamatan Batang Gangsal, Cenaku, Kelayang, dan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Bagi Suku Talang Mamak, hutan adalah rumah baginya dan sumber penghidupan mereka.

Baca juga: Tokoh Dari Suku Talang Mamak Jambi Mendapatkan Penghargaan Dari Tribun Network

Kali ini, Tribun Jambi berkesempatan mengunjungi masyarakat Suku Talang Mamak di Dusun Semerantihan bersama Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi. Suasana di dusun yang rimbun dan sejuk membuat orang yang mengunjungi tempat ini menjadi terhanyut dalam ketenangan.

Terlebih suara-suara kicauan burung, bebunyian serangga, dan aliran sungai membantu telinga kita keluar dari kebisingan kota.

Suherman, satu warga yang Tribun Jambi temui berucap, adat mereka tak memperbolehkan membuka hutan yang masih bertutupan baik.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Perayaan Natal Oikumene di Jambi  Ditiadakan

“Bagi orang Talang Mamak, hutan ini ada penghuninya. Kami pun masyarakat tidak boleh membuka lahan sembarangan,” ucapnya sambil duduk sembari memeluk lututnya.

Sehingga ia mengatakan untuk melakukan pembukaan lahan, Suku Talang Mamak memiliki ritual khusus meminta izin agar diperbolehkan membuka lahan untuk pertanian. Jika tidak dilakukan, maka ada saja kendala dalam kegiatan bercocok tanam ataupun gangguan dari hewan-hewan yang membuat hasil tanam gagal.

“Kami di sini, ada pembagian pekerjaan antara laki-laki dan perempuan untuk berladang. Tugas laki-laki membuka ladang sampai  penanaman. Perempuan tugasnya merawat,” kata Suherman.

“Di sini kamu mau cari buah apa saja, ada. Tanaman apa saja pokoknya ada. Maka kami di sini selalu ada hasil yang di tuai. Inilah yang diturunkan dari nenek moyang untuk kami nikmati. Begitu pun sekarang kami harus juga mempertahankannya untuk anak cucu kami kelak,” ungkapnya sambil menghisap sebatang rokok.

Baca juga: Sigit Wakili Jambi Dalam Pemilihan Putra Putri Ekowisata Indonesia, Kuasai 4 Bahasa Asing

Kemudian setelah dapat memetik hasil dari ladang, mereka pun menjualnya ke daerah Suo-suo. Lama tempuh dari Semerantihan ke daerah Suo-suo sekitar 1,5 jam dengan kendaraan sepeda motor.

“Jauh itu tidak (jarak Semerantihan ke Suo-suo), hanya saja jalan yang ditempuh itu jelek sekali. Kalau pun ingin menjual hasil ladang kami hanya bisa membawanya sedikit-sedikit,” jelas Suherman yang  tertunduk lesu.

Namun dirinya mengatakan mau bagaimana pun ia tetap merasa cukup dengan apa yang ia dapatkan. Bisa tetap hidup dan mempertahankan apa yang diberikan nenek moyang adalah keutamaan dirinya dan juga masyarakat Suku Talang Mamak.

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved