Libur Akhir Tahun

Traveler Harus Tahu, Simak Aturan Baru Naik Pesawat dan Kereta Api Jelang Libur Akhir Tahun

Traveler Harus Tahu, Simak Aturan Baru Naik Pesawat dan Kereta Api Jelang Libur Akhir Tahun

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa
Herlinoviyanti, Selebgram Cantik Asal Jambi/Traveler Harus Tahu, Simak Aturan Baru Naik Pesawat dan Kereta Api Jelang Libur Akhir Tahun 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Kalian wajib mengetahui Aturan Baru Naik Pesawat dan Kereta Api  jelang liburan Natal dan libur Tahun Baru.

Aturan Baru Naik Pesawat dan Kereta Api sebagai pedoman bagi yang ingin menghabiskan libur akhir tahun di tengah pandemi.

Baca juga: Suku Talang Mamak Jambi dan Hutan Sebagai Warisan Nenek Moyang Yang Harus Dijaga

Mencegah tingginya tingkat kerumunan selama liburan, Pemerintah pun mengeluarkan aturan baru.

Terutama jika menggunakan kereta api jarak jauh atau pesawat.

Jika sebelumnya minimal menunjukkan hasil non-reaktif dari hasil rapid test, kini minimal harus swab PCR dua hari sebelum keberangkatan.

  1. Baca juga: Tokoh Dari Suku Talang Mamak Jambi Mendapatkan Penghargaan Dari Tribun Network

Aturan ini ternyata tidak berlaku untuk penerbangan ke semua kota, melainkan hanya ke Bali saja.

Dalam aturan tersebut, para calon wisatawan diminta untuk swab PCR dua hari sebelum keberangkatan.

Keputusan itu disampaikan Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali secara virtual di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (14/12/2020).

"Kami minta untuk wisatawan yang akan naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR H-2 sebelum penerbangan ke Bali serta mewajibkan tes rapid antigen H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali," katanya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Perayaan Natal Oikumene di Jambi  Ditiadakan

Untuk mengatur mekanismenya, Luhut meminta Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyiapkan SOP-nya.

Luhut pun berpesan agar ada pengetatan protokol kesehatan di rest area, hotel, dan tempat wisata, jelang libur akhir tahun ini.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Bali Wayan Koster merilis Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Baca juga: Sigit Wakili Jambi Dalam Pemilihan Putra Putri Ekowisata Indonesia, Kuasai 4 Bahasa Asing

Dalam SE itu, tertuang penjelasan kalau pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali harus mengikuti sejumlah ketentuan.

Salah satunya, sebagaimana arahan Luhut, wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2X24 jam sebelum keberangkatan dengan transportasi udara dan surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen paling lama 2X24 jam sebelum keberangkatan dengan transportasi darat.

Menurut SE itu, surat keterangan hasil uji swab berbasis PCR dan hasil negatif uji rapid test antigen berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.

Baca juga: Swiss-Belhotel Jambi Tawarkan Makan Malam Spesial Dimalam Tahun Baru

SE juga menyatakan bagi PPDN yang berangkat dari bali, surat keterangan hasil uji swab berbasis PCR dan hasil negatif uji rapid test antigen masih dapat digunakan untuk berjalan kembali ke Bali.

Inilah aturan lengkap dari dan ke Bali pada 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali melalui jalur udara wajib menunjukkan hasil negatif covid-19 berbasis tes PCR.

Baca juga: Berikut Harga Tiket Pesawat Tujuan Jambi-Jakarta Dari Empat Maskapai Penerbangan

Sementara, bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui jalur darat dan laut harus menunjukkan hasil negatif rapid test antigen.

Ketentuan ini tercantum dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat tersebut ditandatangani oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 15 Desember 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (15/12/2020), membenarkan surat tersebut.

Baca juga: Bukan Dikembalikan, Sopir Travel Kuras ATM penumpangnya, Didor Polisi Deh!

Peraturan yang ada dalam surat ini berlaku selama 17 hari, tepatnya mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

"Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021," demikian bunyi edaran tersebut. Informasi ini juga disosialisasikan melalui akun Instagram Pemerintah Provinsi Bali, @pemprovbali.

Aturan lengkap

Selengkapnya, berikut ini ketentuan untuk masyarakat yang akan datang ke Bali selama periode libur Natal dan Tahun Baru:

Baca juga: Desember Ceria, Bandara Sultan Thaha Gelar Festival, Banyak Acara Menarik Lho!

Bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat ketentuan yang berlaku

Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia

Bagi yang melakukan perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan

Surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dan hasil negatif uji Rapid Test Antigen berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.

Baca juga: Desember Ceria, Bandara Sultan Thaha Gelar Festival, Banyak Acara Menarik Lho!

Saat di Bali, wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen yang masih berlaku.

Bagi PPDN yang berangkat dari Bali, surat keterangan hasil negaif uji swab berbasis PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Bali.

Selain itu, ada ketentuan sejumlah protokol kesehatan yang wajib dipatuhi selama beraktivitas di Bali pada masa Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

Ketentuan itu adalah:

Baca juga: Suka Makan Bakso, Uji Nyali di Warung Bakso Mas Timbul Kotan Jambi, Dapat Hadiah Lho!

Memakai masker dengan benar

Mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau dengan hand sanitizer

Membatasi interaksi fisik dan selalu menjaga jarak

Tidak boleh berkerumun

Membatasi aktivitas di tempat umum/keramaian

Mereka yang berada di Bali juga dilarang keras untuk:

Menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam dan atau di luar ruangan

Menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya

Mabuk dan mengonsumsi minuman keras

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasiliitas umum yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Perundang-undangan lainnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved