Sandiaga Uno

Sandiaga Uno 2021 Jadikan Adalah Kebangkitan Pariwisata Yang Terdampak Covid-19, Tak Perlu Vaksin

Sandiaga Uno, 2021 Jadikan Momen Kebangkitan Pariwisata Yang Terdampak Covid-19

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa
Sandiaga Uno, 2021 Jadikan Adalah Kebangkitan Pariwisata Yang Terdampak Covid-19, Tak Perlu Vaksin 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mencanangkan tahun 2021 untuk menjadi tahun kebangkitan pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

Maka dari itu, Sandiaga Uno menegaskan perlunya kedisiplinan dalam menekan penyebaran virus Covid-19 untuk memicu pemulihan kesehatan yang akan berjalan beriringan dengan pemulihan berbagai sektor termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Mobil Toyota Ini Ada Freezernya, Bisa Buat Es Batu Sambil Traveling

“Kita harus tekan penurunan virus ini, tingkatkan penumbuhan kapasitas 3T yakni testing, tracing, dan treatment,” kata Sandiaga dalam gelaran Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf), Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, jika kurva penyebaran virus sudah melandai, artinya sektor kesehatan mulai pulih. Jika sektor kesehatan sudah mulai pulih, maka akselerasi pemulihan berbagai sektor pun akan mulai terlihat pula.

Baca juga: Tiga Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Terpanjang Selama Tahun 2020

Tak perlu menunggu vaksin.

Terkait strategi dari Kemenparekraf untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tahun 2021, Sandiaga menyebut bahwa sebenarnya sektor ini tak perlu menunggu adanya vaksin yang diperkirakan siap di kuartal pertama tahun 2021.

“Kita enggak perlu menunggu vaksin. Karena kita ada upaya 3M plus K4 di sektor pariwisata yang kita gerakkan,” jelas Sandiaga.

3M merupakan singkatan dari memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, dan menjaga jarak. Sementara K4 merupakan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan hidup atau biasa disingkat CHSE.

“Saya kemarin baru pulang dari Bali, saya berikan kesempatan untuk tim melihat secara detil bagaimana penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” tambah Sandiaga.

Baca juga: Meski Musim Liburan, Jasa Angkutan Speedboat Keluhkan Sepi Penumpang

Selain memastikan protokol kesehatan CHSE berjalan dengan ketat, Kemenparekraf juga mencanangkan tiga platform program dalam pemulihan pariwisata, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Terkait inovasi, Sandiaga menyebut akan memanfaatkan big data untuk menjalankan promosi pariwisata yang lebih efektif dan efisien, sehingga targetnya lebih personal.

Sandiaga menyebut nantinya Kemenparekraf akan berfokus memasarkan pada wisatawan nusantara (wisnus). Sementara untuk produknya, ada beberapa produk wisata yang akan dijagokan. Termasuk pariwisata acara luar ruangan.

Baca juga: Indahnya Alam Kerinci Dengan Hamparan Hijaunya Kebun Teh dan Kemegahan Gunung Kerinci

“Ada sports tourism, kita bicara lari, golf, begitu banyak sepeda, open water swimming. Ini yang sedang kita kembangkan MoU dengan pak Menpora ya,” papar Sandiaga.

Ada pula wellness and health tourism, pariwisata berbasis budaya, ekowisata, dan lain-lain.

Destinasi wisatanya pun tak lupa akan dipersiapkan. Mulai dari infrastruktur, produk unggulan, layanan unggulan, hingga pembangunan ekonomi yang bisa diterapkan di sana agar bisa membantu masyarakat sekitar.

Selanjutnya adalah platform adaptasi. Dalam platform ini, Kemenparekraf akan mempersiapkan kebijakan seperti CHSE dan e-HAC (electronic-Health Access Card) untuk bisa beradaptasi di tahun 2021.

Baca juga: Altafood, Produsen Tortilla Asal Jambi, Hasilkan Berbagai Varian Kulit Kebab

“Bagaimana kita akan kembangkan (CHSE) lagi di 2021. Tadi sama bu Menlu (Retno Marsudi) kita bicara mengenai bagaimana e-HAC ini kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan penyedia jasa telekomunikasi agar diperluas pergerakannya, agar kita bisa memantau pergerakan, untuk crowd control,” tutur Sandiaga.

Sandiaga juga menegaskan akan terus mendorong adanya dukungan dana hibah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia berencana akan memperluas dan menambah cakupan dana hibah.

Nantinya, penerima tak hanya berasal dari pelaku usaha hotel dan restoran saja tapi juga untuk penyedia paket wisata hingga pekerja informal.
Pengembangan atraksi dan daya tarik baru di Indonesia seperti event MICE, festival, konser, serta pilihan aktivitas wisata baru lainnya juga akan ditingkatkan.

Platform terakhir adalah kolaborasi. Sandiaga menyebut bahwa Kemenparekraf nantinya akan berperan sebagai fasilitator aktif dan berkolaborasi dengan ekosistem Parekraf untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved