Maskapai Penerbangan

Pernah Naik Pesawat Mana, Ini 6 Maskapai Penerbangan Indonesia Yang Kini Tinggal Nama

Pernah Naik Pesawat Mana, Ini 6 Maskapai Penerbangan Indonesia Yang Kini Tinggal Nama

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
zoom-inlihat foto Pernah Naik Pesawat Mana, Ini 6 Maskapai Penerbangan Indonesia Yang Kini Tinggal Nama
istimewa
Mandala Airlines/Ini 6 Maskapai Penerbangan Indonesia Yang Kini Tinggal Nama

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Industri penerbangan terbilang sebagai industri dengan persaingan sengit, tak terkecuali di Indonesia. Tak jarang, antar-maskapai kerap melakukan perang harga tiket.

Dalam sejarah aviasi Indonesia, tercatat ada beberapa perusahaan yang pernah beroperasi namun kemudian tumbang karena terlilit masalah keuangan.

Baca juga: Mengapa Kamar Hotel Menggunakan Seprai Putih, Ini Alasannya

Berikut ini daftar 6 maskapai penerbangan Indonesia yang kini tinggal nama:

1. Adam Air

Di masa jayanya, perusahaan swasta ini sempat disebut-sebut sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier terbaik di Indonesia. Jangkauan rute maupun penambahan armada pesawatnya terbilang ekspansif sejak didirikan pada tahun 2002.

Namun sebuah kecelakaan naas membuat reputasi Adam Air langsung ambruk seketika. Saat itu, pesawat Adam Air KI 457 rute Jakarta-Manado mengalami insiden kecelakaan di atas perairan Majene setelah hilang dari radar. Seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 102 orang meninggal.

Baca juga: Jenis Ikan Cupang, Ada Cupang Surga dan Cupang Langka, Double Tail Yang Ekornya Bercabang Dua

Tak lama setelah kecelakaan tersebut, pemerintah mencabut izin terbangnya pada 19 Juni 2008 yang menandai berhentinya operasional Adam Air di Tanah Air.

2. Merpati Airlines

Merpati merupakan maskapai penerbangan milik pemerintah yang beroperasi sejak era Presiden Soekarno, tepatnya perusahaan ini didirikan pada tahun 1962.

Saat itu, belum ada transportasi mumpuni untuk menghubungkan Indonesia yang berbentuk kepulauan dari Sabang sampai Merauke. Sehingga pemerintah merasa perlu untuk membangun maskapai yang khusus melayani penerbangan-penerbangan perintis.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved