Legenda Danau Kaco

Legenda Wisata Danau Kaco, Memancarkan Cahaya Keemasan Pada Malam Hari

Legenda Wisata Danau Kaco, Memancarkan Cahaya Keemasan Pada Malam Hari, Dari Kilauan Perhiasan

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
zoom-inlihat foto Legenda Wisata Danau Kaco, Memancarkan Cahaya Keemasan Pada Malam Hari
istimewa
Legenda Wisata Danau Kaco, Memancarkan Cahaya Keemasan Pada Malam Hari

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Siapa yang tidak tahu objek wisata Danau Kaco yang terkenal keindahan warna airnya.

Danau Kaco akan memancarkan cahaya pada malam hari.

Masyarakat adat Lekuk 50 Tumbi atau masyarakat Lempur sendiri memiliki kepercayaan mengenai warna dan kejernihan danau.

Baca juga: Berkunjung ke Danau Kaco, Danau Indah dan Jernih, Berkilau di Malam Hari

Menurut masyarakat, di malam hari sekalipun danau ini akan memancarkan cahaya keemasan dan berkilau sehingga orang yang bermalam disekitarnya tidak membutuhkan penerangan tambahan.

Meskipun cerita atau legenda yang muncul berbeda-beda nama tokoh.

Konon ceritanya, dahulu kala di tanah Lekuk 50 Tumbi ini dipimpin oleh seorang Raja/ Depati yang memiliki putri yang cantik jelita.

Baca juga: Misteri Orang Pendek di Pulau Sumatera, Pernah Diburu dan Tertembak

Karena kecantikan Sang Putri inilah banyak pangeran dan raja yang dating untuk meminang sang putri. Pada saat datang meminang para raja dan pangeran ini membawa hantaran dan hadiah untuk mengambil hati pemimpin Lempur dan putrinya.

Kemudian, Sang Raja merasakan dilemma yang sangat besar dalam hatinya. Karena apabila dia salah mengambil keputusan mengenai siapa yang pinangannya diterima, akan menimbulkan peperangan diantara mereka dan menjadikan situasi Lempur menjadi tidak aman. Sang Raja kemudian mengambil keputusan bahwa kecaantikan putrinya ini merupakan anugrah sekaligus bencana bagi kehidupan masyarakat Lekuk 50 Tumbi.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata Terbaik di Sungai Penuh Yang Wajib Untuk Dikunjungi, Ada Wisata Religi

Sang raja akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup putrinya sendiri demi keamanan warganya. Kemudian Raja mencari tempat yang layak untuk peristirahatan putrinya. Pada saat melakukan perjalanan, Raja juga membawa serta semua seserahan/ hantaran yang dibawa oleh pangeran dan raja yang meminang putrinya. Di tengah jalan, raja kemudian membuang seserahan yang berupa intan dan emas ini ke danau. Intan dan emas inilah yang dipercaya masyarakat memberikan warna unik dan kilauan di malam hari pada air di Danau Kaco sampai saat ini.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved