Museum Siginjai Jambi

Terapkan Digitalisasi, Buat Video Edukasi Tentang Koleksi Yang Ada di Museum Siginjai Jambi

Terapkan Digitalisasi, Buat Video Edukasi Tentang Koleksi Yang Ada di Museum Siginjai Jambi

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
istimewa
Terapkan Digitalisasi, Buat Video Edukasi Tentang Koleksi Yang Ada di Museum Siginjai Jambi 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM.COM,JAMBI - Museum di Provinsi Jambi mengoptimalkan media digitalisasi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke museum pada 2021 karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Tahun 2021 ini kita membuat program dan kegiatan yang bisa di akses masyarakat melalui Internet yang di sebar luaskan menggunakan media sosial dan lama resmi museum seperti youtube, instagram dan facebok," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Siginjai Jambi Muzakir.

Baca juga: Wisata Menarik di Jambi, Rafting Arung Jeram di Sungai Batang Merangin

Dijelaskan Muzakir, program tersebut menuntut kreatifitas pegawai Museum memanfaatkan media online. Dimana program tersebut berupa pembuatan video edukasi tentang koleksi yang ada di Museum.

Dengan durasi lima sampai sepuluh menit, video yang menggambarkan koleksi yang ada di Museum tersebut di upload ke akun dan laman resmi Museum Siginjeai, Jambi.

Dengan demikian masyarakat, khususnya pelajar masih dapat melihat dan mempelajari koleksi yang ada di Museum. Program tersebut dilaksanakan Museum Siginjai Jambi untuk memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan tentang koleksi yang ada di Museum Siginjai Jambi.

"Di samping itu kunjungan di Museum tetap di buka dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara disiplin," kata Muzakir.

Sementara itu, di tahun 2020 kunjungan di Museum menurun drastis. Di Museum Siginjei Jambi, pada tahun 2019 kunjungan di Museum mencapai 28 ribu pengunjung, pada tahun 2020 lalu kunjungan di Museum hanya berkisar 4.400 kunjungan. Begitu pula di Museum Perjuangan Rakyat Jambi dan Museum Gentala Arasy yang kunjungan-nya tidak lebih dari 5.000 kunjungan.

Turunnya kunjungan masyarakat ke Museum tersebut disebabkan oleh pandemi COVID-19. Dimana sasaran kunjungan ke Museum tersebut yakni peserta didik, baik itu tingkat SD, SMP, SMP dan mahasiswa. Sementara di tahun 2020 lalu, sistem pendidikan yang diterapkan yakni Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui media on line. Hal tersebut turut berdampak terhadap kunjungan di Museum karena peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah.

"Maka dari itu optimalisasi melalui media digital ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke musem meski dalam masa pandemi COVID-19, karena cukup dari rumah masyarakat bisa mendapatkan edukasi terkait koleksi yang ada di Museum," kata Muzakir. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved