Larangan Mudik 2021

Larangan Mudik 2021, Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Tetap Siaga Apabila Ada Status Emergency

Larangan Mudik 2021, Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi Tetap Siaga Apabila Terjadi Status Emergy

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa/bandara Jambi
Larangan Mudik 2021, Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi Tetap Siaga Apabila Terjadi Status Emergenxy 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Penyesuaian operasional lalu lintas penerbangan dan penumpang seiring dengan larangan mudik pasti mempengaruhi semua aktifitas di Bandara.

Oleh karena itu, pihak Bandara Sultan Thaha Jambi akan melakukan penyesuaian operasional dimasa larangan mudik.

Baca juga: Ada Warung Ramadhan, Luminor Hotel Jambi Sediakan Promo Berbuka Puasa Bersama

  • Termasuk penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi akan tetap siaga apabila terjadi status emergy dimasa larangan mudik 2021.

“Lalu lintas penerbangan dan penumpang pada periode peniadaan mudik dipastikan akan turun, dan sejalan dengan itu kami melakukan penyesuaian operasional untuk memastikan bandara tetap optimal di setiap aspek.” ujar Indra. 

Baca juga: Rekomendasi WHO, Ini Tips Berbelanja Aman di Supermarket Saat Pandemi

Baca juga: Daftar 3 Kue Tradisional Jambi Jarang Diketahui, Muncul Sebagai Takjil di Bulan Ramadhan

Dari sisi operasional bandara, Bandara Sultan Thaha Jambi melakukan penyesuaian operasional dengan melakukan penataan pada tiga aspek yaitu personel bandara, sistem operasional bandara, dan sistem penerbangan. 

Eksekutif General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Indra Gunawan mengatakan penataan operasional bandara dapat cepat dilakukan pada tiga aspek tersebut didukung dengan adanya infrastruktur teknologi informasi. 

Baca juga: Kue Tradisional Khas Jambi, Joda Resap Berkuah Susu Jarang Diketahui, Cocok Lidah Anak Muda

Baca juga: 4 Masakan Khas Jambi Buat Hidangan Lebaran Hari Raya Idul Fitri Yang Istimewa

“Seluruh bandara AP II termasuk Bandara Sultan Thaha Jambi didesain dapat beradaptasi dengan cepat di tengah dinamisnya kondisi pada pandemi ini. Penataan pada aspek personel bandara didukung adanya aplikasi karyawan AP II yaitu iPerform, lalu penataan aspek sistem operasional bandara didukung adanya wadah bagi seluruh stakeholder yakni Airport Operation Control Center [AOCC], dan penataan pada sistem penerbangan dilakukan dengan menerapkan Airport Collaborative Decision Making [A-CDM],” ungkap Indra Gunawan.

Penerbangan di bandara tetap siaga apabila terjadi status emergency.

“Setiap bandara AP II juga bersiaga apabila ada penerbangan tidak berjadwal, misalnya ada penerbangan dalam rangka kemanusiaan, militer, evakuasi medis, repatriasi, penerbangan VVIP/VIP, penerbangan kenegaraan, dan apabila ada penerbangan dengan status emergency,” ujar Indra Gunawan. 

Melalui berbagai kesiapan ini, Bandara Sultan Thaha diharapkan dapat turut mendukung penerapan peniadaan mudik sebagai upaya bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved