Membayar Zakat Fitrah

Ketahui Sebelum Membayar Zakat, Zakat Berdasarkan Jenis Harta atau Kekayaan dan Cara Perhitungannya

Ketahui Sebelum Membayar Zakat, Zakat Berdasarkan Jenis Harta atau Kekayaan dan Cara Perhitungannya

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Wahyu/zakat fitrah masjid almabrur
Membayar Zakat Fitrah/Ketahui Sebelum Membayar Zakat, Zakat Berdasarkan Jenis Harta atau Kekayaan dan Cara Perhitungannya 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Dalam Rukun Islam, membayar zakat menempati urutan ketiga setelah mengucap syahadat dan menjalankan sholat.

Ada kriteria-kriteria tertentu yang menjadi penentu apakah seseorang muslim sudah memiliki kewajiban membayar zakat atau belum.

Baca juga: Terbaru, Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Pada 13 Mei 2021

Sebelum membayar zakat ada beberapa hal yang perlu diketahui, membayar zakat berdasarkan jenis harta atau kekayaan dan cara perhitungannya.

Di bulan puasa Ramadan seperti saat ini, niscaya semakin banyak ajakan untuk meningkatkan amal, termasuk beramal zakat, infak dan sedekah.

Tiga jenis amalan tersebut bernuansa sosial yakni perihal berbagi pada sesama.

Baca juga: Bipang Ambawang Yang Viral Karena Ajakan Presiden Jokowi, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Jelakan Ini

Baca juga: Ngabuburit Sore Yang Asyik di Ancol Kota Sarolangun Sambil Cari Takjil Berbuka Puasa

Perbedaannya adalah, infak dan sedekah sifatnya tidak wajib.

Adapun zakat diwajibkan pada semua muslim dengan kriteria yang telah ditentukan.

Pengertian dan jenis zakat Mengutip penjelasan ahli tafsir Quraish Shihab dalam buku Tafsir Al Misbah (2001), zakat berarti penyucian dan berkembang.

Maksudnya, melalui pembayaran zakat, seorang Muslim diajak untuk menyucikan jiwa dengan mengikis sifat tamak, kikir, loba di dalam dirinya.

Baca juga: Larangan Mudik, Berikut 6 Titik Penyekatan di Provinsi Jambi Selama Masa Larangan Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Laksamana Cheng Hoo, Masjid Bernuansa Tionghoa di Jambi Cocok Buat Wisata Religi Sambil Ngabuburit

Zakat adalah sebagian dari harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim untuk dibagikan kepada 8 golongan yang berhak menerima zakat.
Mari kita bahas satu per satu, sebagai berikut:

Ada beberapa jenis zakat berdasarkan jenis harta atau kekayaan, sebagai berikut:

1. Zakat perdagangan

Setiap kekayaan atau penghasilan hasil dari berniaga atau berdagang wajib dikeluarkan zakatnya.

Kekayaan dari berniaga di sini termasuk stok barang dagangan, ditambah uang kontan dan piutang yang masih mungkin kembali.

Baca juga: Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Objek Wisata di Provinsi Jambi Tutup Selama Dua Hari

Baca juga: Masjid Kubah Emas Arsitektur Timur Tengah di Sarolangun Jambi, Ngabuburit Sore Sambil Wisata Religi

Bila nilai total dari kekayaan dari kegiatan berdagang tersebut, setelah dikurangi kewajiban utang, telah mencapai nisab (yaitu setara nilai 85 gram emas) dan telah berusia satu tahun haul, maka besar zakat yang harus dibayarkan adalah 2,5 persen.

Rumus zakat perdagangan adalah sebagai berikut: (Modal yang diputar+keuntungan+piutang yang dapat dicairkan) – (hutang-kerugian) x 2,5 persen.

2. Zakat pertanian

Bila kamu bermata pencaharian sebagai petani yang menghasilkan makanan pokok juga ada hitungan zakat.

Ketentuannya sebagai berikut: Mencapai nishab 653 kg gabah atau 520 kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok.

Jika selain makanan pokok, maka nishabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum di sebuah daerah

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved