Malam Takbiran

Antisipasi Kerumunan Saat Malam Takbiran, Menag Yaqut Tiadakan Takbiran Keliling

Antisipasi Kerumunan Saat Malam Takbiran, Menag Yaqut Tiadakan Takbiran Keliling

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa/ malam takbiran
Antisipasi Kerumunan Saat Malam Takbiran, Menag Yaqut Tiadakan Takbiran Keliling 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Malam takbiran adalah malam dimana masyarakat mengumandangkan takbir sembari menunggu esok harinya yaitu Hari Raya Idul Fitri.

Malam takbiran dihiasi dengan berbagai kegiatan, mulai takbiran keliling hingga berbagai festival menarik.

Baca juga: Tempat Ngopi Asyik di Kota Jambi, Sambil Nikmati Paket Berbuka Puasa di Ruang Hijau Coffe Shop

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan yang mengatur kegiatan malam takbiran harus dilakukan secara terbatas.

Namun saat ini, malam takbiran harus dilakukan secara terbatas.

Baca juga: Kue Sarimbalam Khas Kerinci, Kue Nikmat Cocok Buat Camilan Renyah di Hari Raya Idul Fitri

Baca juga: Daftar 5 Masakan Khas Merangin, Cocok Buat Kudapan Spesial di Hari Raya Idul Fitri

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di masa pandemi Covid-19.

"Edaran ini mengatur kegiatan malam takbiran dan Salat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka," kata Menag dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: 3 Wilayah Jambi Zona Merah, Warga Dilarang Open House Saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

Menag Yaqut menegaskan, malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dapat dilaksanakan di semua masjid dan musala, dengan sejumlah persyaratan tertentu.

Pertama, malam takbiran harus dilakukan secara terbatas dengan maksimal keterisian orang 10 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Baca juga: Nikmati Suasana Alam di Ruang Hijau Coffe Shop, Tempat Asyik Buat Ngabuburit Ditemani Rusa

Baca juga: Terbaru, Jadwal Libur Lebaran Tahun 2021, Dipotong Lima Hari Cuti Bersama, Tinggal Dua Hari

Kegiatan malam takbiran di dalam masjid dan musala tetap harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Kedua, Menag Yaqut meniadakan malam takbiran dengan kegiatan takbiran keliling di masa pandemi Covid-19. Hal ini dimaksudkan guna mengantisipasi terjadinya kerumunan.

"Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian," ujar Menag.

Kemudian, Menag Yaqut menyarankan kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual.

"Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan musala," ucapnya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved