Fakta Menarik Hari Raya Waisak

Fakta Menarik Hari Raya Waisak, dan Ritual Yang Diadakan Ketika Memperingati Trisuci Waisak 

Fakta Menarik Hari Raya Waisak, dan Ritual Yang Diadakan Ketika Memperingati Trisuci Waisak 

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
tribunjambi/wahyu herliyanto
Candi Muaro Jambi/Fakta Menarik Hari Raya Waisak, dan Ritual Yang Diadakan Ketika Memperingati Trisuci Waisak  

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Kata Waisak berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni 'Vaisakha' atau 'Vesakha' yang berasal dari nama bulan dalam kalender Buddha dan biasanya jatuh pada bulan Mei di kalender Masehi.

Sedang dirayakan oleh umat Buddha pada hari ini, berikut fakta menarik tentang Hari Raya Waisak.

Baca juga: Tribunners, Kuliner Khas Jambi Ini Ternyata Hidangan Saat Perayaan Hari Raya Waisak, Ada Tempoyak

1. Tanggal Perayaannya Selalu Berubah

Bila kamu perhatikan, perayaan Hari Raya Waisak selau berubah tanggalnya meskipun selalu dirayakan ketika bulan Mei setiap tahunnya.

Yang pasti Hari Waisak selalu jatuh pada malam bulan purnama (full moon), Jadi ketika Waisak, kamu bisa melihat bulan purnama.

Baca juga: Berada di Candi Muarojambi, Ini 7 Oleh-oleh Khas Yang Menarik dan Unik Buat Dibawa Pulang

Baca juga: 6 Festival Budaya Jambi Yang Menarik Wisatawan, Candi Muarojambi Jadi Tempat Perayaan Waisak

Baca juga: Daftar 13 Oleh-Oleh Makanan Khas Jambi Yang Menarik Bisa Anda Bawa Pulang Buat Keluarga

2. Peristiwa Penting Saat Waisak

Pada saat Waisak, setidaknya ada tiga peristiwa yang berhubungan dengan kehidupan Buddha, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini.

Kemudian perayaan dimana Pangeran Siddharta mencapai pencerahan sempurna di bawah pohon Bodhi, dan ketiga terkait dengan meninggalnya sang Buddha di Kusinara.

Oleh karena hal itu, perayaan Waisak juga sering disebut Trisuci Waisak.

Baca juga: Terbesar dan Terluas, Candi Muarojambi Pernah Jadi Tempat Perayaan Waisak se-Sumatera

3. Dirayakan dengan Berbagai Ritual

Pada saat perayaan Waisak, umat Buddha melakukan beberapa ritual, dalam hal ini sering diselenggarakan di Candi Borobudur yang berada di Magelang.

Selain  fakta menarik  Hari Raya Waisak, berikut berbagai ritual yang diadakan ketika memperingati Trisuci Waisak:

1. Ritual Memandikan Rupang Buddha

Ritual memandikan Rupang Buddha melambangkan awal baru dalam kehidupan.

Selain itu juga untuk memberikan pesan penting bahwa kita mudah untuk membersihkan kotoran fisik, namun sulit untuk membersihkan kotoran batin, seperi kebencian, keserakahan, iri hati, dan lain-lain.

Baca juga: Wisata Kuliner Jambi, Cobain Menu Sarapan di Lotek Padang Uni Rika Pakai Bumbu Rahasia

Baca juga: Kuliner Malam di Kota Jambi, Angkringan Om Jenggot Tempat Makan Asyik dan Melepas Lelah

2. Ritual Pindapatta

Saat Waisak umat Buddha Juga melakukan ritual Pindapatta, yang berasal dari Bahasa Pali, artinya menerima persembahan makanan.

Jadi, para biksu berjalan kaki dengan kepala tertunduk sambil membawa mangkuk makanan untuk memperoleh dana makanan dari ummat.

Ritual Pindapatta melatih biksu untuk hidup sederhana dan menghargai pemberian orang lain dan ummat belajar untuk memberi dan berbuat baik.

3. Ritual Pradaksina

Ritual Pradaksina adalah sebuah bentuk penghormatan bagi jasa para Buddha dan Bodhisattva.

Ritual ini dilakukan dengan cara berjalan keliling dengan tertib dan rapi sebanyak tiga kali, searah jarum jam di Candi Borobudur.

Wisatawan pun boleh mengikuti ritual ini.

Baca juga: Wisata Kuliner Jambi, Cobain Menu Sarapan di Lotek Padang Uni Rika Pakai Bumbu Rahasia

Baca juga: Nikmati Layanan Gratis Bagasi, Penerbangan Pulang - Pergi Maskapai Lion Air

4. Ritual Melepaskan Burung dari Sangkar dan Melepaskan Lampion

Pada saat Waisak, Umat Buddha melepaskan burung dari sangkar, hal ini dilakukan sebagai simbol dari sebuah kebebasan.

Selain itu, di Candi Borobudur juga terdapat ritual melepaskan lampion saat Waisak, ritual ini memiliki pengharapan agar umat Buddha memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sebelum melepaskan lampion ke udara, biasanya umat Buddha berdoa untuk diri sendiri, keluarga, dan negara.

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati/Tribunjambitravel.com) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved