Sejarah Angkringan, Banyak Menu Tradisional Yang Terkenal di Pelosok Indonesia

Sejarah Angkringan, Banyak Menu Tradisional Yang Terkenal di Pelosok Indonesia, Harus Cobain

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa/arsela angkringan
Tempat Makan Malam Asyik di Jambi, Harga Mahasiswa, Bayar Seikhlasnya. 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Angkringan memang identik dengan Kota Yogyakarta.

Angkringan adalah kuliner terkenal dan banyak menu tradisional sudah menjamur di pelosok Indonesia.

Selain terkenal di pelosok Indonesia, Angkringan juga mempunyai sejarah lho !

Kota Yogyakarta memang memiliki beragam angkringan legendaris yang menjual makanan khas seperti nasi kucing hingga kopi jos.

Namun, siapa sangka angkringan ternyata bukan dari Jogja.

Baca juga: Produk Tas Brand Lokal Jambi, Narai Tottebag Konsep Kekinian, Menarik Perhatian Kaum Milenial

Baca juga: Penumpang Bandara Sultan Thaha Masih Wajib Rapid, Pilih GeNose C19 atau Rapid Test Antigent

Melansir Kompas, Gunadi dan Suwarna selaku founder ikon Desa Cikal Bakal Angkringan, mengungkapkan bahwa angkringan diciptakan warga Klaten Eyang Karso Dikromo dari Desa Ngerangan.


Angkringan lahir dari inovasi Eyang Karso Dikromo, yang masa mudanya akrab dipanggil Jukut. Mbah Karso yang berasal dari Desa Ngerangan, Klaten tahun 1930-an merantau ke Solo saat umur sekitar 15 tahun.

"Alasannya karena ayahnya meninggal dunia, sebagai sulung dari empat bersaudara Mbah Karso merasa bertanggung jawab untuk menghidupi keluarganya," ungkap Suwarna.

Kuliner Malam di Kota Jambi, Angkringan Om Jenggot Tempat Makan Asyik dan Melepas Lelah
Kuliner Malam di Kota Jambi, Angkringan Om Jenggot Tempat Makan Asyik dan Melepas Lelah (Istimewa /Angkringan Mbah Jenggot/Tempat makan di Kota Jambi)

Sesampainya di Solo ia bertemu dengan Mbah Wono, pertemuan dengan Mbah Wono merupakan awal dari sejarah angkringan.

Sejarah Angkringan


Awal mula angkringan

Bekerja dengan Mbah Wono sebagai penggembala kerbau dan membantu membajak, Mbah Karso juga berkenalan dengan pejualan makanan terikan (makanan dari Jawa Tengah dengan kuah kental dengan lauk tempe atau daging).

Di waktu yang bersamaan dirinya bekerja dengan Mbah Wono, Mbah Karso juga ditawari ikut berjualan terikan. Bermodalkan pikulan tumbu (alat untuk berjualan makanan) Mbah Karso mulai bisnis makanan.

Kata angkringan sendiri lahir dari Yogyakarta.

Selain angkringan, sebutan lainnya dari Yogyakarta adalah wedangan, warung koboi, dan sego kucing.

Setelah dari Yogyakarta angkringan juga ada di Semarang.

Karena Yogyakarta banyak pendatang akhirnya angkringan meluas di Indonesia.


Pada 1970-an, pedagang angkringan beralih dari pikul menjadi gerobak.

"Itu karena kalau kesandung air panas tumpah ke kaki, salah satu penjual yang membuat ide menggunakan gerobak. Baru jadi gerobak seperti sekarang tahun 1980an," tutur founder ikon Desa Cikal Bakal Angkringan.

Era 1990-an hingga kini, angkringan menyebar di seluruh Indonesia, sebab banyak pendatang di Yogyakarta.

Perkembangan angkringan sekarang tidak hanya di Indonesia. Gunadi dan Suwarna mengatakan bahwa ada mahasiswa dari Yogyakarta menjual angkringan di Jepang, US, Swedia.

Pada tahun ini tepatnya 26 Februari, Desa Ngerangan resmi menjadi Desa Cikal Bakal Angkringan. (Tribun Travel)

 

 

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved