Mengenal Bedil Pak Linggam, Senjata Bersejarah Sarolangun Pernah Membela Kemerdekaan, Masih Disimpan

Mengenal Bedil Pak Linggam, Senjata Bersejarah Sarolangun Pernah Membela Kemerdekaan, Masih Disimpan

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa/pak linggam, kiri/pak yahya , kanan. @sarolangoen tempo doeloe
Mengenal Bedil Pak Linggam, Senjata Bersejarah Sarolangun Pernah Membela Kemerdekaan, Masih Disimpan 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI- Masih ingat senjata bersejarah di Kabupaten Sarolangun yang diberi nama Bedil Pak Linggam?

Tribunjambitravel.com akan mengulas kembali senjata bersejarah yang merupakan alat pada zaman dahulu untuk digunakan membela kemerdekaan di Kabupaten Sarolangun.

Baca juga: Wisata Menarik di Merangin, Sedang Viral Tempat Wisata Mirip Bromo, Favorit Milenial

Pemilik senjata bersejarah tersebut tokoh asli Kampung Ujung Tanjung, Kelurahan Dusun, Kecamatan Sarolangun yang hidup pada abad ke-14.

 

Yaitu memiliki nama asli H. Mahmud Alias H Saudagar (gagah) hingga meninggal di Tebu Ireng, Jombang Jawa Timur.

 

"Dulu beliau tinggal di siko (ujung tanjung) membantu dusun sebelah membantu anak gadis yang di sandera samo belando untuk dijadikan istri. Nah datang masyarakat untuk minta bantuan oleh mahmud yang di beri nama saudagar (gagah) dengan senjato itu lah berhasil mengalahkan belanda, dan sampai di kirim ke pulau jawa ke tebu ireng jombang untuk mengajar agama," katanya dengan bahasa daerah oleh Pak Yahya, kamis (16/8)

 

Ada dua benda pusaka dan satu kopiah (topi) yang hingga saat ini diwariskan dan dijaga oleh Pak Yahya. Pak Yahya merupakan keturunan Pak H. Mahmud yang saat ini tinggal di Kampung Ujung Tanjung Sarolangun.

 

"Sampe tujuh turunan ini sayo yang pegang," katanya

Baca juga: Telaga Jernih Sungai Panda, Wisata di Kayu Aro Kerinci, Bisa Cobain Sepeda Gantung dan Balon Air

Baca juga: Rekomendasi 4 Wisata Adventure Menantang di Kerinci, Arung Jeram Hingga Paralayang

Menurut pak Yahya, bedil ini memiliki keunikan, Senapan kuno ini yang memiliki panjang 120 cm ini tidak boleh dipindahkan ke sembarang tangan dan tempat lain dari tempat asalnya. Jika hal ini dilanggar maka sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi.

"Ini dak biso dipindahkan kalok pindah celako bagi aku," katanya

 

Katanya, Peluru yang digunakan kala peperangan melawan belanda ini menggunkan emas murni yang akan kembali dengan sendirinya setelah melakukan penembakan dan hanya berjumlah 25 peluru.

Baca juga: Wisata Kuliner Jambi, Cobain Nasi Goreng Eropa di Warung Ai Ini Spesial Tanpa Kecap

Baca juga: Pintu Gerbang Tol Trans Sumatera Betung-Jambi dan Satu Rest Area Berlokasi di Desa Sebapo dan Pijoan

 

Konon katanya lagi, bedil ini jika mengeluarkan suara ledakan keras pertanda sarolangun akan dilanda suatu petaka.

 

Namun anehnya suara ledakan tersebut hanya terdengar jauh di tempat lain dan tidak terdengar di tempat bedil tersimpan.

 

Kini benda tersebut tersimpan di atas rumah pak yahya, namun ia enggan memperlihatkan secara tegas karena barang tersebut katanya harus permisi dan di asap (kemenyan dulu).

 

"Di asap dulu ( kemenyan), banyak yang nak nengok, sampe bupati anak sekolah jugo," katanya (Tribun Jambi/tribunjambitravel.com/Wahyu)

 

 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved