Ini Dia Tiga Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Terpanjang Selama Tahun 2020

Ini Dia Tiga Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Terpanjang Selama Tahun 2020

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRA
Pembangunan Jalan Tol Sumatera/Ini Dia Tiga Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Terpanjang Selama Tahun 2020 

TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Hingga akhir Tahun 2020 Pemerintah telah membangun dan mengoperasikan sekitar 1.550 kilometer jalan tol.

 

Sementara periode 2020 sampai 2024 mendatang, target pembangunan jalan tol diproyeksikan mencapai 2.500 kilometer. 

Baca juga: Tahun Ini Sabak Sirkuit Akan Selesai Dibangun. Semoga Bisa Menggelar Piala Presiden

Itu artinya, menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian, kapasitas natural (natural capacity) Pemerintah membangun jalan tol per tahunnya sepanjang 500 kilometer.

 

"Sebelumnya, pembangunan jalan tol pada periode 2015-2019 telah tercapai sepanjang 1.298 kilometer," ungkap Hedy dalam webinar nasional bertajuk " Konektivitas Prasarana Jalan untuk Kesejahteraan Bangsa", Senin (21/12/2020).  

 

 

 

Di antara ribuan kilometer jalan tol yang dibangun dan telah beroperasi hingga jelang tutup Tahun 2020 tersebut, terdapat lima ruas jalan tol terpanjang di Indonesia. 

Baca juga: Mie Ayam Klantink Jambi Ramai Dikunjungi Pasangan Muda, Ini Waktu Yang Pas Jika Tak Mau Antre

Tiga jalan tol merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera, sementara dua lainnya merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Jawa.

 

Berikut ruas jalan tol terpanjang yang telah beroperasi di Indonesia hingga tutup tahun 2020:

 

1. Jalan Tol Trans-Sumatera Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka)

 

Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia hingga tutup Tahun 2020.

Lihat Foto

Jalan tol ini dirancang sepanjang 189,2 kilometer dan dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero).  

Jalan bebas hambatan ini merupakan lanjutan dari Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, mencakup Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan dengan trase Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Kayu Agung, hingga Ogan Komering Ilir.

 

Pembangunan Tol Terpeka menelan dana Rp 21,950 triliun, dengan masa konstruksi efektif dua tahun.

 

Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Terpeka pada tanggal 15 November 2019.

Baca juga: Berikut Tips Simpel Agar Fotomu Saat Liburan Layak Untuk Diunggah ke Instagram

2. Jalan Tol Trans-Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter)

 

Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer ini beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (8/3/2019). Jalan bebas hambatan ini merupakan Jalan Tol terpanjang kedua yang beroperasi di Indonesia hingga 2020.

Lihat Foto

Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer ini beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (8/3/2019).

Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dilakukan pada 4 September 2015 dan diikuti penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja pada 19 Mei 2016.

 

Jalan tol yang dibangun PT Hutama Karya (Persero) ini menelan investasi sekitar Rp 16,8 triliun.

 

Sebesar 52 persen kebutuhan anggaran diperoleh melalui obligasi yang diterbitkan Hutama Karya sebesar Rp 6,5 triliun dan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2,217 triliun.

 

Sementara 48 persen sisanya atau sekitar Rp 8,078 triliun diperoleh melalui sindikasi perbankan yang ditandatangani pada 27 Desember 2017 silam.

 

3. Jalan Tol Trans-Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai (Permai) 

 

 

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai menelan investasi sekitar Rp 16,21 triliun. Jalan Tol ini merupakan terpanjang ketiga setelah yang beroperasi setelah Tol Terbanggi Besar-Permata Panggang-Kayu Agung dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Lihat Foto

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang dilengkapi underpass perlintasan gajah pertama di Indonesia, diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (25/9/2020).

Tol Pekanbaru–Dumai dirancang sepanjang 131 kilometer dan terdiri dari enam seksi yakni Seksi I Pekanbaru–Minas sepanjang 9,5 kilometer, Seksi II Minas–Petapahan sepanjang 24,1 kilometer, dan Seksi III Petapahan–Kandis Utara sepanjang 16,9 kilometer.

 

Lalu, Seksi IV Kandis Utara–Duri Selatan sepanjang 26,25 kilometer, Seksi V Duri Selatan–Duri Utara sepanjang 29,4 kilometer, dan Seksi VI Duri Utara–Dumai sepanjang 25,44 kilometer.

 

Tol ini dilengkapi dengan 10 Tempat Peristirahatan dan Pelayanan (TIP), yang terdiri dari 5 TIP arah Kota Pekanbaru dan 5 TIP arah Kota Dumai.

 

PT Hutama Karya (Persero) membenamkan investasi untuk membangun Tol Pekanbaru-Dumai senilai Rp 16,21 triliun dengan masa konsesi 40 tahun.

Baca juga: Wisata Kuliner Kerinci, Rekomendasi 3 Tempat Makan di Pilihan di Kerinci

4. Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) 

 

Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang keempat di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen.

 

Tol Cipali dirancang sepanjang 116,75 kilometer dan diresmikan pada 14 Juni 2015, oleh Presiden Joko Widodo.

Tol Cipali yang dibangun dan dikelola PT Lintas Marga Sedaya menelan dana investasi Rp 13,7 triliun, terdiri dari 6 seksi.

 

Seksi 1 Cikopo-Kalijati (27,05 kilometer), Seksi 2 Kalijati-Subang (11,2 kilometer), Seksi 3 Subang-Cikedung (28,7 kilometer), Seksi 4 Cikedung-Kertajati (18,9 kilometer), Seksi 5 Kertajati-Sumberjaya (18,9 kilometer), dan Seksi 6 Sumberjaya-Palimanan (14,05 kilometer).

 

5. Tol Solo-Ngawi

 

Suasana jembatan Klodran di Tol Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (17/6/2017). Tujuh hari jelang Lebaran atau Senin, (19/6/2017) mulai pukul 06.00 WIB, pemudik bisa menggunakan Tol Solo-Kertosono menuju arah timur.

 

Jalan Tol Solo-Ngawi dikelola oleh PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Baca juga: Tribunners Tidak Sempat Memasak di Rumah, Masakan Rumahan Mini Sukarejo Ramai Jelang Siang

Secara keseluruhan, Jalan Tol Solo-Ngawi memiliki panjang 90,43 kilometer dan terdiri dari tiga tahapan pengoperasian, yakni Seksi 1 Ngawi-Klitik, Seksi 2 Solo-Sragen, dan Seksi 3 Sragen-Ngawi.

 

Jalan bebas hambatan ini dilengkapi lima GT yakni, GT Kartasura (Ngasem), GT Solo (Klodran), GT Karanganyar (Kebakkramat), GT Sragen (Pungkruk), dan GT Ngawi (Kota Ngawi).

 

Konstruksi jalan tol ini menelan investasi senilai Rp 13,4 triliun. Tol ini cukup istimewa. Sebab, menjadi jalan bebas hambatan pertama yang mendapat bantuan dana jaminan dari pemerintah saat itu.

 

"Ini tol pertama yang mendapat dukungan Viability Gap Fund (VGF) dari pemerintah," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelum peresmian, Kamis (15/7/2018).

 

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved