Fenomena Langit

Fenomena Langit Bakal Terjadi Tanggal 19-20 Juni 202, Bakal Ada Hujan Meteor Ofiokud

Fenomena Langit Bakal Terjadi Tanggal 19-20 Juni 202, Bakal Ada Hujan Meteor Ofiokud

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rahimin
Istimewa/LAPAN/Hujan Meteor 7 Juni, Ini Wilayah dan Waktu Terbaik untuk Menyaksikan
Fenomena Alam di Langit 
TRIBUNJAMBITRAVEL.COM, JAMBI - Tribunners harus tahu bakal ada fenomena langit yang akan terjadi lho! Fenomena alam yang terjadi di langit ini akan hadir puncak-puncak kejadian alam di jadwal bulan Juni 2021. - Hujan meteor Ofiukid Hujan meteor ini akan terjadi pada 19-20 Juni 2021. Hujan meteor Ofiukid adalah fenomena hujan meteor yang titik radiannya terletak di konstelasi Ofiukus. Intensitas maksimumnya ketika di zenit hanya 5 meteor per jam. Anda dapat menyaksikannya dari arah Timur-Tenggara setelah terbenam Matahari. Berkulminasi sebelum tengah malam di arah Selatan dan terbenam di arah Barat-Barat Daya sebelum terbit Matahari. Sedang ada, 9 fenomena langit bakal terjadi bulan juni 2021 Lengkap Jadwalnya, Ada puncak hujan meteor Berikut beberapa fenomena langit Juni 2021 berdasarkan keterangan tertulis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang perlu Anda catat jadwalnya. 1. Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter dan Saturnus: 30 Mei -3 Juni 2021 Fenomena langit ini berlangsung selama lima hari sejak 30 Mei hingga 3 Juni mendatang. Anda yan ingin mengamatinya dapat menyaksikannya sejak tengah malam hingga fajar bahari dari arah Timur-Tenggara hingga Barat-Barat Daya. 2. Puncak hujan meteor Arietid: 7 Juni 2021 LAPAN/Hujan Meteor 7 Juni, Ini Wilayah dan Waktu Terbaik untuk Menyaksikan Hujan meteor Arietid adalah fenomena langit di mana hujan meteor ini berada di titik radian (awal kemunculan meteor-nya) terletak di konstelasi Aries, tepatnya dekat bintang Botein (Delta Arietis). Hujan meteor Arietid sudah aktif sejak 14 Mei 2021 pada siang hari dan akan berlangsung hingga 24 Juni mendatang, namun puncaknya akan terjadi pada tanggal 7 Juni nanti. 3. Gerhana Matahari Cincin (GMC) Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 07 Juni 2021. Gerhana Matahari Cincin (GMC) adalah fenomena berikutnya yang akan terjadi di bulan Juni 2021 ini. Namun, GMC total hanya dapat disaksikan di Pulau Ellesmere dan Baffin (Kanada) serta Kawasan Siberia (Rusia) dengan ketampakan maksimum terjadi pada pukul 17.43 WIB, 18.43 WITA, 19.43 WIT. 4. Konjungsi Inferior Merkurius Poto/LAPAN/Fenomena Alam Merkurius Terlihat Indah Dapat Dinikmati Saat Senja Tanpa Alat Khusus Konjungsi Inferior Merkurius akan terjadi pada 11 Juni 2021. Fenomena langit konjungsi inferior adalah konfigurasi ketika Bumi, Merkurius dan Matahari berada pada satu garis lurus. Konjungsi inferior sama seperti fase Bulan baru pada Bulan, sehingga Merkurius tidak tampak baik ketika senja maupun fajar. 5. Konjungsi Kuartet Bulan, Venus, Pollux dan Mars Konjungsi ini bakal terjadi pada 12-14 Juni 2021. Konjungsi kuartet adalah kesejajaran yang terjadi di antara empat benda langit, dalam peristiwa kali ini adalah Bulan, Planet Venus, Pollux dan Planet Mars. Fenomena ini akan terjadi selama tiga hari sejak 12 hingga 14 Juni mendatang. Awalnya, konjungsi Bulan bersama-sama dengan Venus, Pollux dan Mars berada di Konstelasi Gemini pada 12 Juni. Kemudian, Bulan meninggalkan ketiganya dan berpindah menuju Konstelasi Cancer pada 13 dan 14 Juni. Anda dapat mengamatinya ketika senja astronomis dari arah Barat-Barat Laut dan terbenam seluruhnya pada pukul 20.30 - 21.00 waktu setempat. 6 Retrograd Jupiter Retrograd Jupiter bakal terjadi pada 20 Juni 2021 Retrograd adalah gerak semu planet yang tampak berlawanan arah (dari Barat ke Timur) dibandingkan dengan gerak normalnya (dari Timur ke Barat) jika diamati dari Bumi. Retrograd Jupiter dimulai pada 20 Juni pukul 22.11 WIB atau 21 Juni pukul 01.11 WIT. Namun, puncaknya adalah ketika oposisi di tanggal 20 Agustus dan berakhir pada 18 November pukul 09.38 WIB. 7. Titik Balik Matahari (Solstis) Fenomena langit, Titik Balik Matahari (Solstis) akan terjadi pada Juni: 21 Juni 2021 Solstis Juni atau titik balik utara Matahari adalah posisi ketika Matahari berada paling Utara terhadap ekuator langit jika diamati oleh pengamat di permukaan Bumi. Akan melihat Matahari tepat berada di atas kepala ketika tengah hari. 8. Hujan Meteor Bootid Fenomena Langit Hujan Meteor Bootid Hujan Meteor Bootid akan terjadi pada 27 Juni 2021. Hujan meteor Bootid adalah hujan meteor yang titik radiannya terletak di konstelasi Bootes. Hujan meteor ini akan aktif pada 22 Juni hingga 2 Juli mendatang. Tetapi, puncaknya akan terjadi pada tanggal 27 Juni mendatang dengan intensitas bervariasi antara 0-100 meteor per jam ketika di zenit. Anda dapat menyaksikannya dari arah Timur Laut ketika senja bahari, berkulminasi di arah Utara pada pukul 20.30 waktu setempat dan terbenam di arah Barat Laut pada pukul 02.00 waktu setempat. 9. Hujan Meteor Scutid Hujan Meteor Scutid akan terjadi pada 27 Juni 2021. Pada hari yang sama dengan Hujan Meteor Bootid, puncak hujan meteor lainnya juga akan terjadi pada tanggal 27 Juni 2021 mendatang. Hujan meteor tersebut adalah Scutid. Hujan meteor Scutid adalah hujan meteor yang titik radiannya terletak di konstelasi Scutum di sekitar bintang Eta Serpentis (Tejat). Fenomena hujan meteor Scutid akan aktif sejak 2 Juni hingga 29 Juli 2021. Pada puncaknya nanti, intensitas meteor jatuh cukup bervariasi antara 2-4 meteor per jam ketika di zenit. (Kompas.com)
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved