Wisata Jambi Masjid Nurul Jalal, Destinasi Bersejarah Sejak 1916 di Kabupaten Tebo

Wisata Jambi yang erat kaitannya dengan wisata religi banyak tersebar di Tebo di antaranya Masjid Nurul Jalal.

Penulis: Heri Prihartono
Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Sopianto
Masjid Nurul Jalal Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM - Wisata Jambi yang erat kaitannya dengan wisata religi banyak tersebar di Tebo di antaranya Masjid Nurul Jalal.

Masjid Nurul Jalal direkomendasikan sebagai wisata Jambi khususnya religi sebab kaya akan sejarah masa lampau.

Dengan mengusung ornamen kayu, Masjid Nurul Jalal yang sudah ada sejak 1916 ini bisa dikunjungi pada traveller atau masyarakat yang singgah di kawasan Mangunjayo Tebo.

Masjid Nurul Jalal  berada di Desa Mangun Jayo terletak di Kecamatan Tebo Tengah.

 Desa Mangun Jayo menuju ke Ibu Kota Kabupaten Tebo diperkirkan hanya 10 menit perjalanan. 

Masjid Nurul Jalal, Masjid Tersebut Sudah berdiri Sejak tahun 1916. Masjid Ini Masih Digunakan Masyarakat Setempat untuk beribadah.  (Sopianto Arfan/tribunjambi)
Keunikan Masjid Nurul Jalal tetap mempertahankan bentuk asli Mesjid tersebut dengan berbahan kayu masih tetap terjaga. 

Di dalam masjid ada 4 tiang dari kayu bulian untuk menyangga masjid agar bangunan tetap kokoh dan kuat.


Dari pondasi hingga satu meter berdinding semen, selebihnya kayu yang berjajar lurus ke atas, ditambah jendela yang kokoh.

Apalagi dengan kubah kayu yang berdiri tinggi seperti menambah nilai kuno dari bangunan yang berumur ratusan tahun itu.

Masjid Nurul Jalal yang terletak di pinggiran Sungai Batanghari Desa Mangun Jayo, banyak menyimpan cerita sejarah peradaban Islam di Tebo. 

Mesjid Nurul Jalal diperkirakan sudah ada sejak tahun 1916 lalu, dibangun oleh para pendahulu. 

Masjid Nurul Jalal memiliki luas lebar 10 meter dan panjang 10 meter hanya menampung kurang lebih 100 orang jamaah. 

Dari dulu hingga saat ini masih dimanfaatkan masayakat sekitar untuk beribadah dan melaksanakan kegiatan agama, seperti majelis taklim pada hari Jumat oleh ibu-ibu yang berada di Desa Mangun Jayo. 

Selanjutnya setiap hari-hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mihraj selalu diadakan di Masjid Nurul Jalal

Sedangkan pada bulan puasa digunakan untuk melaksanakan tarawih dan tadarus oleh warga sekitar.

Bukan hanya digunkan untuk tarawih, masjid tersebut ketika hari raya Idul Fitri dan Idul Adha Mesjid tersebut digunakan oleh kaum ibu-ibu untuk melaksanakan ibadah salat dan diimami oleh laki-laki.

Menurut keterangan dari Ketua Lembaga Adat Desa Mangun Jayo, Muhilli Ali masjid itu sudah ada sejak dahulu, hingga saat ini masih digunakan masyakat sekitar untuk beribadah. 

"Kadang-kadang dzuhur dan Ashar masyakat sekitar juga salat di sana, tapi yang paling sering dilakukan masayakat pada saat salat Magrib dan Isya, kalau dzuhur dan Ashar masayakat sini pada bekerja," kata Muhilli Ali.

(Tribunjambi.com/Heri Prihartono/Sopianto)

Baca juga: Wisata Jambi Taman Remaja, Destinasi yang Disukai Anak-anak Kota Jambi

Baca juga: Wisata Jambi Taman Sanggar Batik, Destinasi Favorit Milenial di Sore Hari

Baca juga: Wisata Jambi Taman Hutan Kota M Sabki, Destinasi Murah Meriah Hanya Rp 5 Ribu

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved