Museum Gentala Arasy Destinasi Edukasi Sejarah Islam di Jambi, Ada Koleksi Abad 16 Masehi

Di antara  wisata Jambi adalah Museum Gentala Arasy yang cocok jadi destinasi edukasi.

Penulis: Heri Prihartono
Editor: Heri Prihartono
istimewa
wisata jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Di antara  wisata Jambi adalah Museum Gentala Arasy yang cocok jadi destinasi edukasi.

informasi perdaban Islam di Jambi bisa diketahui di Museum Gentala Arasy.

Lokasinya  di bawah menara jam Gentala Arasy.

Di Museum Gentala Arasy pengunjung bisa melihat berbagai benda-benda koleksi sejarah Islam di Jambi dan sejarah awal mula kedatangan Islam di Jambi.

Koleksi yang ada di Museum Gentala Arasy datang dari kabupaten/kota di Jambi dan titipan dari ulama-ulama, atau koleksi pribadi masyarakat Jambi kota seberang yang dititipkan atau dihibahkan ke museum tersebut.

Beberapa waktu lalu koleksi benda bersejarah yang ada di museum Gentala Arasy ada sekitar 68 benda.

Koleksi ini akan terus bertambah seiring dengan kekayaan benda bersejarah di Jambi yang masih terus digali.

Di Museum Gentala Arasy ada  Al-Qur'an raksasa yang ditulis tangan, kitab, jubah, ikat kepala, topi, piring, keris dan lainnya.

Menariknya koleksi di Museum Gentala Arasy ada yang berasal dari abad ke 16 M.

"Koleksi yang ada disini ada yang dihibahkan masyarakat, ada hasil ganti rugi, ada titipan, kitab-kitab ini titipan dari ulama-ulama yang dari sini dan uniknya kitab ini asli tulis tangan semuanya," ujar Amin, Staff Bimbingan Publikasi/Pemandu di Museum Gentala Arasy, Rabu (16/2/2022).

Dari sekian banyak koleksi yang ada di museum yang paling menarik yakni rompi yang bertuliskan rajah dan jubah.
Menurut cerita rompi yang bertuliskan rajah tersebut dapat melindungi si pemakai atau membuat kebal tubuh yang punya.

"Kalo jubah ini dipakai oleh kiai atau ulama masjid Al Ikhsania Seberang Kota Jambi pada waktu memberi ceramah dan mengajar, jika dilihat dari bahannya diperkirakan jubah ini kemungkinan berasal dari Arab atau Persia, yang dibuat pada akhir abad 18 M," jelasnya.

Amin mengatakan museum ini memang dikhususkan untuk mengenal budaya-budaya Islam.

Walaupun begitu ada juga koleksi lainnya untuk menambah pengetahuan sejarah dan budaya Jambi di sini, di antaranya biografi ulama-ulama Jambi, pahlawan nasional asal Jambi, sejarah berdirinya Provinsi Jambi, dan deretan foto gubernur Jambi dari yang pertama hingga yang terbaru.

Tidak lupa keterangan proses pendirian Gentala Arasy dari awal.

Untuk memasuki Museum Gentala Arasy ini pengunjung cukup membayar Rp 2.000 untuk anak-anak, dan Rp 3.000 untuk dewasa.

Dia mengatakan untuk tingkat kunjungan ke Museum Gentala Arasy sekarang sudah mulai berangsur-angsur membaik dan pengunjung dari tingkat pelajar dan kunjungan dari sekolah sudah mulai berkunjung.

"Berkurangnya kasus Covid-19 di Kota Jambi membuat kunjungan ke Museum Gentala Arasy Alhamdulillah mulai berangsur membaik juga," ujar Amin.

Museum Gentala Arasy buka dari Senin-Jumat pukul 08.00 - 16.00 WIB. Anda bisa datang ke sini dengan berjalan kaki dari Jembatan Gentala Arasy, menyebrangi Sungai Batanghari dengan naik perahu ketek, atau berkendara dengan motor atau mobil melalui Jembatan Aurduri I atau Aurduri II menuju Gentala Arasy. (Tribunjambi/Heri Prihartono/Fitri Amalia)

Baca juga: Wisata Jambi Ancol, Destinasi Kuliner Berpadu dengan Keindahan Gentala Arasy

Baca juga: Wisata Gentala Arasy, Perpaduan Buaya dan Sejarah Islam di Jambi

Baca juga: Ngabuburit Sore di Gentala Arasy Kota Jambi, Nikmati Senja di Kawasan Ancol

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved